Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
CECE Caramel, kreator musik peraih Runner Up di ajang pencarian bakat tingkat global milik TikTok LIVE bertajuk Gimme The Mic 2024 resmi merilis single terbarunya, Fireworks Confession, di sejumlah platform streaming musik digital mulai hari ini.
Mengusung genre pop romantis yang dibalut vokal manis dan aransemen penuh semangat, Fireworks Confession menceritakan impian seorang gadis yang berharap sang pujaan hati dapat berani mengambil langkah pertama untuk lebih dekat padanya.
Lewat lirik yang menyentuh hati, Caramel ingin mengajak pendengar kembali merasakan manisnya jatuh cinta—penuh debar, harapan, dan impian akan awal kisah cinta yang indah.
Lagu Fireworks Confession merupakan hasil kolaborasi Caramel bersama Michael Lin, produser musik internasional yang sebelumnya menggarap sejumlah karya bintang pop asal Taiwan, Jay Chou.
Menceritakan pengalamannya dalam proses produksi single terbarunya, Caramel mengatakan, "Menembus industri musik Indonesia bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi pendatang baru seperti aku. Namun, melalui TikTok LIVE, aku tidak hanya bisa menunjukkan bakatku kepada lebih banyak orang, tetapi juga mendapat kesempatan untuk dapat ditemukan oleh audiens yang lebih luas hingga mendapatkan dukungan yang nyata lewat ajang seperti Gimme The Mic untuk mewujudkan mimpiku menjadi penyanyi profesional. Perjalanan ini menyalakan percikan keajaiban atau fireworks dalam hidupku, yang menjadi inspirasi utama di balik lahirnya single ini."
Fireworks Confession merupakan single kedua dari Caramel, setelah sebelumnya merilis Sisi Lain karya Eka Gustiwana usai menjuarai ajang Gimme The Mic di tingkat nasional.
Caramel juga mendedikasikan single keduanya ini untuk Butterfly Family, komunitas penggemarnya di TikTok LIVE yang terus setia mendukung perjalanan Caramel hingga menjadi penyanyi profesional.
Lagu yang kali ini dibawakan dalam bahasa Inggris ini menjadi cara Caramel untuk menjangkau lebih banyak audiens di kancah global.
Caramel, yang mengawali kariernya sebagai kreator siaran langsung juga membagikan pandangannya tentang peran TikTok LIVE bagi musisi pendatang baru.
“TikTok LIVE tidak hanya memberikan ruang untuk berekspresi, tapi juga peluang nyata bagi musisi pendatang baru sepertiku untuk mendapat perhatian audiens, membangun komunitas, hingga bisa merilis karya kami sendiri,” terang Caramel.
Pada ajang Gimme The Mic Global 2024 lalu, Caramel berkesempatan mewakili Indonesia di babak final yang turut dihadiri oleh DJ ternama sekaligus bintang papan atas dunia, Alan Walker sebagai juri utama.
Penampilan Caramel yang memukau berhasil mengantarkannya pada posisi runner up—mengungguli lebih dari 80 finalis lain asal Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Selain Caramel, dua pemenang Gimme The Mic tingkat global lainnya juga merilis single debut mereka, yaitu juara utama dari Filipina, Ryssi, yang merilis lagu My Angel untuk sang putra terkasih, serta runner up asal Korea Selatan, Adoo dengan Kiss Like This, yang menandai babak baru dalam perjalanan bermusiknya.
Single terbaru Cece Caramel, Fireworks Confession, sudah dapat didengarkan melalui Spotify dan Apple Music. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved