Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kolaborasi tidak terduga dari tiga musisi Indonesia—Random, Syanai, dan Ezra Mandira—melahirkan single bertajuk When You're With Me, yang kini sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform.
Menggabungkan sentuhan Drum n Bass yang enerjik dengan vokal yang laidback dan menenangkan, When You're With Me menawarkan kontras rasa yang terasa segar dan tidak biasa.
Lagu ini membawa nuansa romantis yang tidak berlebihan, namun tetap penuh kehangatan—cocok untuk menemani perjalanan, malam santai, hingga momen bersama orang tersayang.
Ditulis oleh Random dan Syanai, lagu ini bercerita tentang rasa nyaman saat bersama seseorang yang membuat segalanya terasa effortless. Sebuah cinta yang tidak ribut, tapi terasa dalam.
Random (aka Lawrence Philip)
Sosok pionir dalam skena drum and bass Indonesia, Random merupakan salah satu artis Indonesia pertama yang mendapatkan pengakuan internasional di genre ini, dengan rilisan yang sudah dimulai sejak 2000.
Diskografi yang luas dan dedikasinya telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pengaruh utama dalam lanskap musik elektronik Indonesia.
Syanai
Penyanyi Pop/R&B pendatang baru dengan vokal yang memikat dan bakat menulis lagu yang menjanjikan.
When You're With Me menjadi kolaborasi keduanya bersama Random, menunjukkan versatilitas dan perkembangan syanai sebagai seorang musisi.
Ezra Mandira
Dikenal luas sebagai mantan gitaris band pop Indonesia populer HiVi!, Ezra Mandira adalah musisi yang sangat dihormati dengan kepekaan tinggi terhadap melodi dan aransemen.
Kontribusinya dalam When You're With Me menunjukkan kemampuannya untuk menyesuaikan gaya bermainnya dalam berbagai konteks musik yang berbeda.
When You're With Me juga merupakan hasil dari kolaborasi lintas generasi yang langka—dimana perbedaan usia dan referensi justru melahirkan warna baru yang tidak terjebak dalam satu era atau genre.
Ini adalah karya yang terasa kekinian, namun tetap orisinal, dan menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berbeda dari apa pun yang pernah Anda dengar sebelumnya. (Z-1)
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved