Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLOIS Sivia kembali meramaikan industri musik Tanah Air setelah tiga tahun vakum kali ini merilis single berjudul Bangkit (Apa Yang Kau Takutkan?) yang menggambarkan penerimaannya merayakan berbagai fase kehidupan.
Dalam keterangan pers, dikutip Senin (28/4), perempuan bernama asli Sivia Azizah ini ingin mengajak para pendengar untuk meredam kebisingan yang sering kali mampir saat manusia takut menjalani fase kehidupannya.
Melalui Bangkit (Apa Yang Kau Takutkan?), pendengar diharapkan bisa berdialog dengan diri sendiri dan siap bangkit menghadapi ketakutan tersebut.
"Jadi, walaupun banyak perasaan yang kurang nyaman, tapi mungkin harusnya kita bisa selalu ingat, bahwa ini memang ketetapan Allah buat kita, di sini aku belajar untuk tahu posisiku sebagai creation di hadapan The Creator," ungkap Sivia menjelaskan inti dari karyanya.
Diproduksi bersama Ezra Abraham selaku produser dan ditulis sepenuhnya oleh Sivia, Bangkit (Apa Yang Kau Takutkan?) juga menjadi lanjutan dari rilisan single Suara dari 2022, keduanya menjadi bagian dari rangkaian menuju album kedua.
Dalam proses produksinya, lagu ini disiapkan menjadi lagu bergenre Pop/Soul yang diharapkan menguatkan identitas musik Sivia yang semakin matang.
Bukan hanya sekadar aliran musik, harmonisasi (mini choir) kembali disorot sebagai salah satu nyawa terbesar dari single kali ini. Selain itu, SIVIA juga menambahkan sentuhan baru suara gitar sebagai pemanis di karya terbarunya ini.
"Aku tahu sejak dulu kalau ini (Pop/Soul) adalah warna musik yang aku mau. Dan seni harmonisasi adalah teknik bernyanyi yang paling aku nikmati. Semua hal itu, aku coba tampilkan melalui single ini, bahkan album keduaku nanti. Ini Sivia." jelas Sivia.
Karena rilisan ini didasarkan pada pengalaman hidupnya, Sivia berharap pendengarnya bisa menemukan resolusi hidup yang dicarinya dengan mendobrak rasa takut dan akhirnya mampu bertumbuh menuju versi terbaiknya masing-masing.
Bangkit (Apa Yang Kau Takutkan?) karya Sivia sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform di Indonesia. (Ant/Z-1)
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved