Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA hangat membanjiri panggung The 15th Music Gallery saat Maliq & D'Essentials naik ke atas panggung. Band yang sudah lebih dari dua dekade mewarnai musik Indonesia ini membuktikan bahwa energi mereka tak pernah luntur, bahkan di tengah industri yang terus bergerak cepat.
Personel Maliq & D'Essentials, Dendy Sukarno, menegaskan bahwa kunci keberlangsungan mereka selama ini adalah konsistensi dalam berkarya.
“Yang pasti pekerjaan dibikin terus, kita terus berkarya, terus bikin lagu dan terus mencoba relevan dengan market sekarang. Kunci utamanya itu,” ujar Dendy.
Ia menambahkan bahwa meski tidak selalu terlihat di atas panggung, ikatan antar anggota tetap terjaga.
"Meskipun kita nggak manggung, bukan berarti kita nggak ketemu. Kita selalu ngumpul di man house, harian aja," katanya sambil tersenyum.
Maliq & D'Essentials tampil membawakan sejumlah lagu hits mereka malam itu, termasuk Setapak Sriwedari dan Dia, disambut koor massal dari penonton yang memadati venue.
Tidak hanya membawa nostalgia, mereka juga menampilkan sisi baru lewat lagu-lagu dari album terbaru mereka Can Machines Fall in Love?, memperlihatkan evolusi musikal tanpa kehilangan karakter yang dicintai penggemar.
Di atas panggung, Maliq & D'Essentials menunjukkan bahwa mempertahankan kekompakan dan produktivitas adalah kunci bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga terus bersinar. Sebuah bukti bahwa musik yang lahir dari persahabatan dan semangat berkarya tak akan pernah lekang oleh waktu. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved