Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA hangat membanjiri panggung The 15th Music Gallery saat Maliq & D'Essentials naik ke atas panggung. Band yang sudah lebih dari dua dekade mewarnai musik Indonesia ini membuktikan bahwa energi mereka tak pernah luntur, bahkan di tengah industri yang terus bergerak cepat.
Personel Maliq & D'Essentials, Dendy Sukarno, menegaskan bahwa kunci keberlangsungan mereka selama ini adalah konsistensi dalam berkarya.
“Yang pasti pekerjaan dibikin terus, kita terus berkarya, terus bikin lagu dan terus mencoba relevan dengan market sekarang. Kunci utamanya itu,” ujar Dendy.
Ia menambahkan bahwa meski tidak selalu terlihat di atas panggung, ikatan antar anggota tetap terjaga.
"Meskipun kita nggak manggung, bukan berarti kita nggak ketemu. Kita selalu ngumpul di man house, harian aja," katanya sambil tersenyum.
Maliq & D'Essentials tampil membawakan sejumlah lagu hits mereka malam itu, termasuk Setapak Sriwedari dan Dia, disambut koor massal dari penonton yang memadati venue.
Tidak hanya membawa nostalgia, mereka juga menampilkan sisi baru lewat lagu-lagu dari album terbaru mereka Can Machines Fall in Love?, memperlihatkan evolusi musikal tanpa kehilangan karakter yang dicintai penggemar.
Di atas panggung, Maliq & D'Essentials menunjukkan bahwa mempertahankan kekompakan dan produktivitas adalah kunci bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga terus bersinar. Sebuah bukti bahwa musik yang lahir dari persahabatan dan semangat berkarya tak akan pernah lekang oleh waktu. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved