Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Blake Lively diberikan perintah perlindungan yang dimodifikasi dalam perselisihan hukumnya dengan Justin Baldoni dan pihak lain yang terlibat dalam It Ends With Us. Namun pengadilan membatasi cakupan pembatasan yang dia ajukan.
Pada Kamis (13/3), Hakim Lewis J. Liman memutuskan bahwa meskipun beberapa materi rahasia akan tetap dilindungi, penetapan label "Hanya untuk Mata Pengacara" (Attorneys’ Eyes Only atau AEO) hanya dapat diterapkan jika pengungkapan informasi tersebut “sangat mungkin menyebabkan kerugian bisnis, komersial, finansial, atau privasi yang signifikan.”
Keputusan ini mengikuti permintaan Lively untuk perlindungan yang lebih ketat guna mencegah bocornya detail pribadi ke media atau tersebar di kalangan industri Hollywood. Hakim mengakui risiko penyebaran informasi sensitif melalui gosip di industri hiburan dan menuliskan dalam putusannya:
"Dan ketika informasi rahasia tidak diungkapkan ke media, informasi tersebut tetap dapat menyebar melalui gosip dan sindiran di dalam komunitas seni yang erat, yang dapat merugikan salah satu pihak, tetapi dengan cara yang mungkin tidak mudah dan langsung terdeteksi."
Seorang juru bicara Lively menyatakan, "Hari ini, pengadilan menolak keberatan dari pihak Wayfarer dan menerapkan perlindungan yang diperlukan untuk memastikan kelancaran proses pengungkapan bukti tanpa risiko intimidasi saksi atau ancaman terhadap keamanan individu mana pun. Dengan perintah ini, Ms. Lively akan melanjutkan proses penemuan bukti guna memperoleh lebih banyak bukti yang akan membuktikan klaimnya di pengadilan."
Putusan ini menegaskan penetapan AEO tidak perlu didiskusikan secara kasus per kasus jika jenis informasi tersebut umumnya dianggap layak untuk perlindungan semacam itu.
Pengacara Baldoni, Bryan Freedman, mengeluarkan pernyataan setelah keputusan pengadilan, menekankan pihak pembela tidak pernah berupaya mendapatkan informasi pribadi yang diklaim Lively membutuhkan perlindungan ekstra.
"Kami sepenuhnya sejalan dengan keputusan pengadilan untuk memberikan cakupan perlindungan yang sempit pada kategori tertentu, seperti catatan kesehatan mental pribadi dan langkah-langkah keamanan individu yang sama sekali tidak pernah menjadi perhatian kami. Sebaliknya, permintaan Ms. Lively yang terlalu luas untuk dokumen dalam rentang waktu 2,5 tahun telah ditolak oleh pengadilan. Kami tetap fokus pada komunikasi yang diperlukan untuk secara langsung membantah tuduhan tak berdasar dari Ms. Lively."
Tim hukum Lively sebelumnya telah meminta perintah kerahasiaan yang luas untuk membatasi akses terhadap materi tertentu, dengan alasan bahwa sifat kasus ini yang berprofil tinggi meningkatkan risiko kebocoran informasi. Mereka berpendapat bahwa menjaga beberapa dokumen hanya dapat diakses oleh pengacara adalah langkah penting untuk mencegah kerugian reputasi dan sorotan media.
Namun, tim Baldoni menentang permintaan tersebut, dengan alasan bahwa permintaan Lively terlalu berlebihan dan dapat menghambat akses terhadap bukti penting dalam kasus ini.
Pada akhirnya, pengadilan menolak upaya Lively untuk memberlakukan pembatasan ketat terhadap semua materi dan memilih untuk fokus hanya pada perlindungan spesifik terhadap informasi yang sangat pribadi. (People/Z-2)
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Pengacara Justin Baldoni menjelaskan alasan kliennya tidak melanjutkan gugatan balik senilai US$400 juta terhadap Blake Lively.
Taylor Swift menegaskan tidak pernah menyetujui untuk bersaksi dalam gugatan hukum yang melibatkan Blake Lively dan Justin Baldoni.
Hakim Lewis Liman, Senin (9/6), menolak gugatan balik Justin Baldoni terhadap Blake Lively yang mengklaim sang aktris melakukan pemerasan, pencemaran nama baik, dan tuduhan lainnya.
Blake Lively merasa lega setelah hakim menolak gugatan balik senilai US$400 juta dari Justin Baldoni, yang menuduhnya melakukan pemerasan dan pencemaran nama baik.
SEORANG mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) ditemukan tewas di kamar indekosnya di Tomohon, Sulawesi Utara.
House Democrats merilis foto dan video dari pulau pribadi Jeffrey Epstein, menghadirkan gambaran langka lokasi yang diduga menjadi tempat perdagangan dan pelecehan seksual.
Andrew Mountbatten-Windsor resmi kehilangan seluruh gelar kerajaan, termasuk Order of the Garter dan Royal Victorian Order, atas perintah Raja Charles III.
Kasus kekerasan seksual terhadap enam santriwati yang kini tengah berproses di Pengadilan Negeri Bale Bandung adalah kejahatan serius
RUU Epstein Files Transparency Act resmi menuju meja Presiden Donald Trump. Publik menanti apakah pemerintahan Trump akan membuka seluruh dokumen terkait Jeffrey Epstein.
Ketua DPR AS Mike Johnson memastikan voting RUU yang memaksa Departemen Kehakiman merilis seluruh berkas kasus Jeffrey Epstein akan digelar pekan depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved