Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Paul Agusta mengungkapkan dirinya ingin menghadirkan film horor yang berbeda lewat film Pernikahan Arwah: The Butterfly House.
"Salah satu yang beda terkait penekanan cerita yang dikemas dalam perspektif budaya Tionghoa dan menawarkan kombinasi yang menarik antara keindahan cinta dan cerita etnik Tionghoa yang membawakan suasana menyeramkan dan juga sedih," kata Paul, dikutip Selasa (25/2).
Film Pernikahan Arwah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Februari 2025.
Dalam film ini, Morgan Oey, yang berperan sebagai Salim, memaparkan bahwa pilihan antara keluarga dan pasangan merupakan tema konflik yang umum dalam berbagai kisah percintaan.
Namun, Pernikahan Arwah: The Butterfly House menyoroti konflik tersebut melalui sisi emosional yang cukup kuat, tentang bagaimana kepercayaan leluhur bisa berbenturan dengan keinginan pribadi seseorang. Hal ini membuat dilema yang bukan hanya tentang kengerian
tetapi juga hal yang menyentuh hati.
Sementara Zulfa Maharani, yang memerankan Tasya, menambahkan film ini juga tentang makna cinta sejati dan perjuangan dalam hubungan.
Verdi Sulaeman, yang berperan sebagai Ko Chungcun, seorang ahli spiritual juga mengungkapkan ada elemen penting di ritual pemanggilan arwah yang menggunakan mantra asli.
"Namun, sutradara mengingatkan agar mantra ini tidak dibacakan seluruhnya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan," kata Verdi.
Film yang diproduksi oleh Entelekey Media Indonesia ini mengisahkan tentang sepasang calon pengantin, Salim dan Tasya, yang secara tidak sengaja terjerat dalam ritual pernikahan arwah leluhur Salim.
Mereka dihadapkan pada serangkaian peristiwa mistis yang mencekam setelah meninggalnya bibi Salim dan keputusan mereka untuk melakukan sesi foto prapernikahan di rumah keluarga Salim.
Selain dibintangi Morgan Oey dan Zulfa Maharani sebagai pemeran utama, film ini juga menampilkan para aktor dan aktris berbakat lainnya seperti Jourdy Pranata dan Brigitta Cynthia.
Film ini direkomendasikan bagi penikmat film horor yang mengharapkan alur cerita menarik dan orisinal.
"Tidak hanya itu, film ini juga akan diputar di tujuh negara Asia lainnya, yaitu Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos, dan Brunei Darussalam. Mungkin satu pekan sampai dua pekan setelah ditayangkan di Indonesia," kata Direktur Utama Entelekey Media Indonesia Patricia Gunadi. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved