Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGACARA aktor Justin Baldoni dan Blake Lively menghabiskan hari pertama mereka di pengadilan dengan berdebat mengenai tuduhan pelecehan seksual dan berbagai tuduhan lainnya yang muncul seputar film mereka, It Ends With Us.
Pada Desember, Lively mengajukan gugatan terhadap Baldoni, menuduhnya melakukan pelecehan seksual dan memulai kampanye pencemaran nama baik terhadapnya. Baldoni membantah tuduhan tersebut dan sebagai tanggapan, ia menggugat Lively atas berbagai alasan, termasuk pencemaran nama baik.
Para pemeran utama film tersebut tidak diwajibkan menghadiri pertemuan pra-sidang di pengadilan federal Manhattan pada hari Senin.
Namun, sidang yang berlangsung selama satu setengah jam itu tetap berlangsung panas, dengan masing-masing pengacara menuduh pihak lawan mencemarkan nama baik klien mereka di luar pengadilan.
"Kasus ini seharusnya diselesaikan di pengadilan," kata pengacara Lively, Michael Gottlieb, kepada Hakim Lewis Liman. "Bukan diselesaikan di media."
Gottlieb menuduh pengacara Baldoni, Bryan Freedman, telah membuat "pernyataan di luar pengadilan yang bersifat provokatif" mengenai "karakter dan motif" Lively dalam berbagai wawancara di saluran berita.
Sebagai tanggapan, Freedman mengatakan Gottlieb mencoba menerapkan "gag order" (larangan berbicara) yang mencegahnya berbicara kepada media. Ia juga menegaskan Baldoni adalah pihak yang mengalami kerugian reputasi.
"Klien saya mengalami kehancuran finansial dan emosional," kata Freedman kepada pengadilan.
Berdasarkan novel laris karya Colleen Hoover, It Ends With Us menjadi hit box office setelah dirilis pada Agustus. Meskipun sukses secara finansial, rumor mengenai perseteruan sengit antara Baldoni dan Lively telah beredar bahkan sebelum film tersebut dirilis.
"Kedua belah pihak dalam perselisihan hukum ini telah memberikan banyak bahan konsumsi bagi publik," kata Hakim Liman di pengadilan pada hari Senin.
Ia memperingatkan jika kasus ini terus "diadili di media", ia mungkin harus mempercepat jadwal persidangan yang dijadwalkan pada Maret 2026 agar juri tidak terpengaruh pemberitaan.
Hakim juga menyatakan akan menerapkan aturan dari New York Bar Association, yang melarang pengacara membuat pernyataan publik yang dapat mempengaruhi hasil persidangan.
Sidang hari Senin berlangsung setelah Baldoni mengajukan gugatan yang telah diperbarui terhadap Lively, termasuk dokumen setebal 168 halaman yang berisi "linimasa" kejadian dalam kasus ini. Timnya juga meluncurkan sebuah situs web yang berisi gugatan baru serta video dan pesan teks terkait kasus tersebut yang dapat diakses publik.
Pengacara Lively menyinggung keberadaan situs web ini di pengadilan. "Siapa yang membuat situs ini?" tanya Gottlieb. "Siapa yang mendanainya?"
Gottlieb juga menyoroti rekaman pengambilan gambar ulang dari adegan romantis dalam It Ends With Us yang dirilis Baldoni, yang menurutnya membuktikan tuduhan pelecehan seksual dari Lively tidak berdasar.
Namun, Lively membalas dengan mengatakan rekaman adegan dansa lambat yang menunjukkan mereka berdua justru menjadi "bukti memberatkan" yang mendukung klaimnya.
Tim hukum Lively pada Senin juga menyatakan niat mereka untuk mengajukan gugatan yang telah diperbarui, yang akan melibatkan lebih banyak pihak dalam kasus ini.
Beberapa pihak lain juga telah terlibat dalam drama hukum ini. Baldoni menggugat The New York Times atas pencemaran nama baik, dengan klaim bahwa lawan mainnya telah memberikan akses awal kepada media tersebut mengenai gugatan hak sipilnya. The New York Times adalah media pertama yang melaporkan gugatan Lively pada Desember lalu, namun pihaknya membantah tuduhan tersebut.
Beberapa firma hubungan masyarakat yang bekerja dengan Baldoni dan Lively selama produksi film juga menjadi tergugat dalam kasus ini.
Beberapa perkara tersebut akan ditangani dalam persidangan terpisah setelah persidangan antara Lively dan Baldoni, kata Hakim Liman, Senin.
Ia juga menyatakan tim hukum Baldoni dan Lively harus menyepakati protective order, sebuah dokumen hukum yang melindungi individu yang terlibat dalam kasus ini dari pihak yang dituduh melakukan pelecehan atau kekerasan.
Perintah perlindungan ini diperlukan, kata Hakim Liman, karena "banyaknya individu berprofil tinggi" yang terlibat dalam kasus ini serta "sifat tuduhan yang diajukan".
Selama sidang, pengacara Baldoni juga mendesak hakim untuk tetap berpegang pada jadwal pra-sidang yang telah diusulkan kedua belah pihak, dengan alasan kliennya ingin kasus ini berjalan "secepat mungkin".
Hakim Liman menyetujui permintaan pengacara Baldoni, dengan beberapa perubahan kecil dalam jadwal. "Akan tiba waktunya ketika juri yang akan berbicara mengenai masalah ini," kata Hakim Liman kepada pengadilan. (BBC/Z-3)
Ryan Reynolds bela Blake Lively dalam sengketa hukum It Ends With Us. Pesan singkat terungkap, sebut Justin Baldoni penipu predator.
Dokumen pengadilan mengungkap petinggi Sony Pictures sebut karier Blake Lively "berakhir" akibat kontroversi film It Ends With Us.
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Pengacara Justin Baldoni menjelaskan alasan kliennya tidak melanjutkan gugatan balik senilai US$400 juta terhadap Blake Lively.
Jumlah korban dalam kasus dugaan pelecehan yang melibatkan guru di sebuah SMA di kawasan Pasar Rebo lebih dari dua siswi.
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap tuduhan serius terhadap Jes Staley, mantan CEO Barclays. Ia diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap korban Jeffrey Epstein.
Departemen Kehakiman AS resmi mengakhiri peninjauan berkas Jeffrey Epstein, namun Kongres tetap melanjutkan penyelidikan. Nama Trump dan Clinton kembali jadi sorotan.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Peter Mandelson dengan predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk percakapan akrab setelah vonis tahun 2008.
Ketegangan terjadi di Oval Office saat Presiden Donald Trump menyerang pribadi jurnalis CNN, Kaitlan Collins, yang mencecarnya soal keadilan bagi korban Jeffrey Epstein.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) menarik ribuan dokumen kasus Jeffrey Epstein setelah identitas para penyintas bocor akibat kesalahan redaksi yang fatal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved