Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM terbaru bergenre drama komedi, Coto Vs Konro, bakal segera tayang menghibur para penggemar film komedi di bioskop-bioskop di Indonesia pada 6 Februari mendatang.
Film produksi DCU Production, Rumah Semut Film, ini mengisahkan sebuah warung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Coto Haji Matto milik Haji Matto (Luthfi Sato).
Meski kecil, warung ini sangat terkenal dan ramai pengunjung apalagi memiliki ciri khas menggunakan racikan resep turun temurun dari nenek moyangnya yang tak ada samanya dengan coto lainnya.
Suatu hari, datanglah Daeng Sangkala (Awaluddin Tahir) yang berniat membeli warung Coto Haji Matto dan berniat merenovasi serta mengembangkannya menjadi bisnis franchise yang besar. Haji Matto yang idealis menolaknya dengan keras dan langsung mengusir Daeng Sangkala dari warungnya.
Beberapa minggu kemudian, Daeng Sangkala kembali bersama istrinya Lina (Aty Kodong) dan anak-anaknya membuka restoran makanan Konro khas Makassar bernama Konro Daeng Sangkala. Letaknya, tepat di bekas ruko kosong yang berhadapan langsung dengan warung Haji Matto.
Daeng Sangkala menerapkan strategi promosi yang gencar dan pelayanan maksimal dengan merekrut Rustam (Pieter Ell), seorang manajer dan konsultan berpengalaman. Meski sedikit licik, lama kelamaan manuver Konro Daeng Sangkala berhasil membuat pelanggan setia Haji Matto berpindah ke Daeng Sangkala.
Perseteruan keduanya semakin memanas seiring anak mereka Rizal (Adit Triyuda) dan Sara (Nielam Amir) yang mulai saling mendekat meskipun Rizal sebenarnya memiliki misi khusus dari Daeng Sangkala.
Selaku produser film bergenre drama komedi ini yakni Partono Wiraputra dan Irham Acho Bahtiar, dengan sutradara Irham Acho Bahtiar dan penulis Ferdy K.
Sutradara film Irham Acho Bahtiar mengatakan film ini mulai diproduksi pada 2018 dan sempat terhenti karena pandemi covid-19. "Kami syuting di 2018, sempat pandemi editingnya terhenti, dan baru selesai dua tahun lalu, dan baru akan tayang," kata dia.
Menurut dia, film ini memang tidak fokus pada makanannya, melainkan lebih pada kisah tentang keluarga. "Sebenarnya makanan hanya sebagai saksi bisu, konfliknya ada pada pengusaha-pengusaha ini dan tentang kisah keluarga. Film bergenre komedi ini dibutuhkan di tengah film-film bertema horor saat ini," ujarnya.
Irham mengakui hampir semua pemain dan figuran menggunakan talent-talent yang dilatih oleh Haji Matto. "Saya kagum dengan dua pemeran orang tua yang jadi pemeran utama. Mereka yang menggerakkan ceritanya. Mereka memainkannya dengan baik dan sangat natural," beber Irham.
Penulis film Ferdy K menjabarkan film ini mengisahkan dua resto yang saling berseberangan dan bersaing. Inti ceritanya ada pada keluarga dan makanan hanya sebagai saksi bisu. "Ada adegan bapak dan anaknya. Inti ceritanya adalah keluarga gak bisa dipisahkan meski beda visi, pada akhirnya mereka berdua berkompromi," tutur Ferdy.
Ia berharap melalui film Coto Vs Konro itu bisa membawa pesan kepada penonton bahwa keluarga itu tetaplah nomor satu dan sebagai prioritas. "Mudah-mudahan film ini bisa relate, bahwa perbedaan itu adalah wajar yang penting ending-nya. Kalau ending-nya baik, proses sebelumnya adalah kewajaran," tutup Ferdy. (H-2)
BEN Affleck, sutradara dan aktor papan atas, mengambil langkah bijak dengan tidak mendikte masa depan ketiga buah hatinya dari pernikahan dengan Jennifer Garner.
Menjelang akhir tahun 2025, berbagai film menarik dari dalam dan luar negeri siap menemani waktu liburan.
Imajinari
JACK Black menghidupkan kembali hutan hujan Amazon Brasil bersama makhluk paling buas yang menjadi mimpi buruk di dalam air, Anaconda.
Resmi merilis poster dan trailer, adapun film Bidadari Surga akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.
Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bimasena. Di film ini, Dian memerankan karakter ibu yang mengalami koma.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved