Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik rock alternatif, The Dramma, merilis single berjudul Terimakasih Tuhan Dia Begitu Indah sebagai penutup dari karya trilogi, yang sebelumnya telah diisi oleh Di Atas Tulisanku dan Ini Terlalu Indah Untuk Abadi.
"Tiga Lagu yang kami rilis adalah satu kesatuan utuh dalam perjalanan cinta yang mendewasakan diri," ungkap vokalis The Dramma, Sanjiesang, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/1).
Lebih lanjut ia mengatakan, "Proses ini adalah agar kita mampu menerima kenyataan tertulis untuk tidak lagi bersama merajut benang cinta kehidupan, tidak lagi menulis tinta cinta yang nyata dan hanya bisa melukis lagu untuknya lewat suara serta menjadikannya sebagai nada perih."
The Dramma menghadirkan karya ini sebagai persembahan sangat spesial karena membuat trilogi adalah hal baru yang dibuat oleh grup musik tersebut untuk penggemar.
Di samping itu, untuk mewujudkannya ada banyak pihak yang terlibat sehingga karya ini menjadi tambah spesial.
Beberapa orang yang tergabung menyempurnakan karya ini di antaranya Virgoun sebagai Music Director serta Chalshy sebagai Audio Engineer.
Dalam penggarapan video musiknya, The Dramma mempercayakannya pada Fiksi Aunurofik, Dery Keyz, dan Totha Sihombing yang menjadi model untuk video musik lagu ini.
Kini, para penggemar The Dramma, yang akrab disapa Drammatic, sudah bisa menikmati trilogi ini yang namanya di ambil dari single Di Atas Tulisanku.
Rangkaian lagu-lagu ini dinilai The Dramma telah memuat semua hasrat, keinginan, dan emosi bermusik mereka.
Karya terbaru The Dramma sebagai penutup trilogi, Terimakasih Tuhan Dia Begitu Indah, telah dapat dinikmati di seluruh digital streaming platform yang ada di Indonesia. Sementara video musiknya sudah dapat dinikmati di akun YouTube The Dramma. (Ant/Z-1)
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved