Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FATIH Unru menjadi salah satu pemeran di film Kemah Terlarang. Ia membagikan kisah unik yang menyeramkan saat diwawancarai secara ekslusif oleh tim Media Indonesia. Berbeda dengan para pemain lain yang hampir merasakan kejadian mistis di lokasi syuting, Fatih malah merasa setan-setan yang berada di sana malas mengganggunya.
“Selama syuting gue kebanyakan tidur, tidur mulu jadi setan males kali ya gangguin, ah ngapain ni orang tidur mulu,” ungkap Fatih.
Walaupun saat di lokasi syuting Fatih jarang mendapati gangguan mistis, ia mengaku mendapat gangguan di hotel yang ia tempati. Hal itu membuatnya takut dan sejak ia melihat penampakan itu Fatih tidak berani sendiri di dalam kamar hotel.
Baca juga : Alami Kejadian Mistis, Azela Putri Lihat Penampakan Menyeramkan Selama Syuting
“Kalau selama di lokasi syuting sih engga ya gue kan tidur mulu. Nah, di hotel ni. Jadi, waktu itu di hotel kita tuh kayak tau ga sih yang ga ada balkonnya gitu jadi kayak kaca yang langsung los ke bawah tau lah kan jadi ga bisa jalan gitu. Kondisinya malam ya, aku ngeliat ada bayangan hitam yang jalan tapi lambat. Dan kayak ga mungkin juga kalo orang, karena kan posisi nya malam siapa juga yang mau naik genteng malem-malem kayak gitu,” jelasnya.
Sejak kejaddian itu, Fatih mengaku harus ada yang menemaninya di kamar hotel.
“Pokoknya, aku harus ditemenin sih di kamar hotel entah sama asisten atau siapa, males juga ngapaian sendirian kan ya hahaha.”
Baca juga : Film Kemah Terlarang, Kisah Mistis Kesurupan Masal dari Kejadian Nyata yang Mengerikan
Tidak hanya itu kejadian mistis juga ia alami di lokasi syuting tapi tidak disadarinya.
“Jadi waktu itu gue kan ngambil foto nah pas itu gue ga sadar kalau ada yang ngikut ni, aku disadarin sama Azela malah. Pas paginya dia bilang ini kok di foto ada yang ikut. Wah langsung tegang tu pokoknya langsung ngeri lah pas saat itu ya, sekarang mah oke-oke aja,” ujar Fatih.
Kejadian foto tersebut Fatih ambil saat malam hari, dimana di foto itu terdapat sosok seorang prajurit. Fatih menjelaskan bahwa saat itu sudah tidak ada cast prajurit yang bermain di sana karena kodisi yang sudah malam. Tetapi foto hasil jepretannya tersebut menangkap sosok prajurit yang membuat banyak orang terkejut.
“Fotonya masih ada di mana ya, di kamu ya? (mengarah ke Azela) ia ia fotonya ada,” katanya.
Film Kemah Terlarang ini menjadi film horor pertama Fatih Unru yang bersumber dari kejadian nyata. Banyak kejadian seram yang dialami Fatih dan juga pemeran lainnya. Film Kemah Terlarang ini akan tayang mulai 10 Oktober 2024 di seluruh bioskop Indonesia. (Z-1)
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved