Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mengguncang kancah musik Thailand dengan suara unik dan gaya eksentrik mereka, duo pop asal Thailand, LUSS, akhirnya kembali dengan album baru sudah lama dinantikannya, Is There Anything on the Moon?.
Dirilis melalui Warner Music, album ini menandai kembalinya duo yang terdiri dari Coco (Cocobunny) dan Ben (benlussboy) sebagai LUSS.
Baik Coco dan Ben, keduanya merupakan sosok penting pada dunia musik Thailand terutama karena pengaruh yang besar mereka di balik beberapa lagu T-Pop paling inovatif, juga revolusioner dalam beberapa tahun terakhir ini.
Baca juga : Morgensoll Rilis Album Kedua, Colors
Mengenai album terbaru mereka, Is There Anything on the Moon? merupakan album yang mengkilas balik perjalanan LUSS selama beberapa tahun terakhir ini, baik sebagai seniman maupun sebagai individu.
Dengan mengeksplorasi tema-tema seperti menemukan jati diri, introspeksi diri, dan pencarian makna di dalam dunia yang luas dan juga terkadang membingungkan ini, album mereka menampilkan gaya khas LUSS yang terus memadukan beat musik yang eksentrik dan lirik yang dengan mudah bisa menginspirasi pikiran orang-orang, yang melalui musik yang mereka suguhi pendengar seolah-olah seperti dibawa ke sebuah perjalanan jauh sampai ke bulan.
Penggemar duo ini pasti akan senang mengetahui bahwa lagu-lagu yang mereka rilis sebagai single sebelumnya seperti Kai Palo, Lonely (Extrovert?), dan Crush dimasukkan ke dalam album terbaru mereka.
Baca juga : House of Protection Rilis EP Galore
Lagu-lagu tersebut dirilis terlebih dahulu untuk menjadi sebuah cuplikan dari apa yang LUSS akan tawarkan pada album mendatangnya, dan sekarang, album tersebut sudah dirilis dan memperlihatkan lebih banyak bentuk dari kreativitas mereka.
Selain itu, pada album ini terdapat dua lagu yang mereka tulis dalam bahasa Inggris yaitu Gachapon dan Ticket to the Moon, yang pasti akan menarik perhatian pendengar di luar Thailand.
Selain mempertahankan suara khas mereka, LUSS juga bereksperimen dengan melintasi genre baru dan teknik produksi yang berbeda, menjadikan Is There Anything on the Moon? sebagai proyek mereka yang paling ambisius sejauh ini.
Baca juga : Nilufer Yanya Rilis Album My Method Actor
Dari lagu-lagu yang ceria dan playful hingga adanya momen-momen lagu yang lebih serius dan juga reflektif, album ini membawa pendengar pada perjalanan melalui lika-liku kehidupan.
Lirik introspektif yang ditulis oleh Coco yang dipadukan dengan produksi jenius Ben menciptakan lanskap musik mudah memikat dan bisa nyambung oleh banyak orang.
LUSS, yang dikenal lewat lagu-lagu hits seperti Pao Ying Chub! serta kolaborasi mereka dengan musisi-musisi ternama seperti 4EVE, Jaonaay, PP Krit, dan Jeff Satur, telah mengambil waktu untuk membantu musisi lain mengasah keterampilan mereka.
Musisi-musisi dari berbagai macam negara juga memperhatikan dan berkolaborasi dengan LUSS pada remix Pao Ying Chub!, yang dirilis Mori Calliope, seorang V-Tuber populer dari Jepang, dan PLAYERTWO, grup hip hop alternatif dari Filipina.
Namun, kini duo ini semakin termotivasi untuk membawa musik mereka sendiri kembali ke pusat perhatian, dan Is There Anything on the Moon? adalah bentuk pernyataan bahwa LUSS telah hadir kembali dan akan selalu ada untuk selamanya. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved