Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MALIQ & D’essentials akan mengadakan konser di 6 kota di Indonesia dan Malaysia, selama Oktober hingga Desember 2024. Konser yang merupakan bagian dari tur album Can Machines Fall In Love? (CMFIL) itu dikelola oleh Jagjag Studio dan Northstar Entertainment dan mendapatkan dukungan langsung dari Warner Music Indonesia, sebagai label music yang menaungi Maliq & D’essentials.
"Sekarang giliran Maliq & D'essentials di kota-kota lain dan tentunya teman-teman di Jakarta silakan juga bisa hadir ke kota terdekat," ujar Co-Founder Jagjag Studio Sarah Deshita dalam keterangan pers, dikutip Senin (9/9)
Tur konser ini adalah pertama kalinya bagi Maliq & D'Essentials selama 22 tahun berkarya dan akan melintasi enam kota di Indonesia dan Malaysia yaitu Makassar pada 18 Oktober 2024, Surabaya 25 Oktober 2024, Bali pada 29 Oktober, serta di penghujung tahun yaitu di Yogyakarta pada 29 November 2024, Bandung pada 1 Desember, dan akan ditutup dengan konser di Kuala Lumpur, Malaysia pada 29 Desember 2024.
Baca juga : Kesuksesan Konser Jakarta Bawa Maliq & D'Essentials Gelar Tur di 6 Kota
Sebelumnya, di awal 2024, Maliq & D'Essentials digandeng oleh Pelita Air untuk merilis musik in-flight terbaru dalam rangka meningkatkan pengalaman terbang para penumpangnya. Pengalaman unik ini dirasakan oleh para penumpang saat mereka pertama kali memasuki kabin pesawat.
Lagu Terang Kala Pelita, yang menjadi musik in-flight Pelita Air, merupakan lagu hits dari Maliq & D’Essentials yaitu Senja Teduh Pelita.
Dalam keterangan resmi, Pelita Air menyebutkan, “Kami berharap lagu ini bisa menjadi teman perjalanan yang sempurna bagi para penumpang, memberikan semangat dan inspirasi bagi mereka untuk terus mengejar mimpi dan mencapai tujuannya.”
Baca juga : Maliq & D'Essentials Siap Gelar Tur Album Can Machines Fall In Love?
Tentunya hal ini disambut antusias oleh para penumpang, khususnya fans dari Maliq & D’Essentials.
Pelita Air dan Maliq & D’Essentials berkomitmen untuk bekerja sama dalam menciptakan harmoni antara musik dan perjalanan sehingga menjadikan setiap penerbangan bersama Pelita Air menjadi sebuah perjalanan yang tak terlupakan bagi para penumpangnya.
Julian Hafiz, Produser Musik dari Matrix Studio serta pemilik label Matrix Music Entertainment menyebutkan manfaat dari musik ini flight,
Baca juga : Maliq & D'Essentials Tambah 2.500 Tiket untuk Konser 20 Tahun
“Musik yg diputar saat in flight merupakan salah satu hiburan yang bisa dinikmati oleh para penumpang, dan diharapkan juga memberikan efek relaksasi saat ingin melakukan perjalanan udara karena mungkin saja ada beberapa orang yang merasa gugup dengan perjalanannya. Dengan diputarnya musik sangat bisa menciptakan rasa nyaman terutama saya yg di keseharian hidupnya berkutat dengan musik,” paparnya.
“Menurut saya, sebagai produser, musik Lagu Terang Kala Pelita yang dibawakan oleh Maliq & D’essentials sangat bisa meningkatkan branding dari maskapai pelita Air, dengan alunan musiknya yg chill, groovy, dan elegan bisa menciptakan suasana yg bikin nyaman dan asik serta tidak meninggalkan kesan elegan,” lanjut Julian.
Julian kemudian menyebut kerja sama Pelita Air dengan Maliq & D’Essentials menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap musisi Indonesia, mengingat Maliq D’Essential adalah grup musik yang sudah digandrungi lintas generasi.
Baca juga : Rindu Panggung, Para Musikus ini Ngamen di Etalase Toko
“Saya juga berharap Pelita Air juga dapat memberikan kesempatan yang sama untuk musisi-musisi yang baru terjun di dunia musik Indonesia.” ucapnya.
Dimas Ario, seorang Music Curator sekaligus Lead Music Editor Indonesia dari Spotify, membagikan pengalamannya dalam akun Twitternya (@.dimasario) saat mendengar lagu in-flight Pelita Air.
“Pertama kali naik Pelita Air dan baru tahu mereka menggunakan Senja Teduh Pelita Maliq & D'Essentials sebagai lagu tema mereka. Sebuah langkah cerdas yang menguntungkan bagi kedua belah pihak,” kata Dimas.
Selain itu, Dimas menyatakan, dari sisi brand dan artist, kerja sama ini akan sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak.
“Dari brand gak perlu bikin lagu baru tapi bisa gunakan existing song yang sudah populer. Kebetulan judulnya udah on brand tinggal disesuaikan liriknya. Dari sisi artist ada dua arus income yang didapat adalah penggunaan master dan juga commissioned work karena ada penciptaan lirik baru,” jelasnya. (Z-1)
Secara lirik, lagu The Bridge of Emptiness dari Beeswax menggunakan metafora sebuah jembatan untuk menggambarkan dinamika hubungan antara dua orang.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Lagu PadaMu Kubersujud dari Melisa Darusman lahir dari tempat yang paling sunyi dalam diri, sebuah ruang tempat manusia tidak lagi memiliki kata-kata, dan yang tersisa hanyalah kepasrahan.
Inspirasi lagu 1000x berangkat dari keresahan Ghea Indrawari terhadap fenomena sosial yang ia amati belakangan ini.
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sony menghadirkan LinkBuds Clip dengan desain terbuka dan WF-1000XM6 dengan peredam kebisingan canggih. Dua earbud untuk pengalaman audio berbeda.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Konser ini bagian rangkaian Gems World Tour 2026 yang menyambangi 21 kota dunia sebelum ditutup di Amsterdam, Belanda.
Di tengah konser Mayhem Ball di Tokyo, Lady Gaga sampaikan pidato emosional mengecam tindakan ICE terhadap imigran di Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, Papa Roach dikenal sebagai band yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan tren musik global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved