Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMEDIAN Muhammad Rizki Rakelna atau Rigen Rakelna mengatakan dirinya, saat ini, sedang menyiapkan film terbaru bersama GJLS. Adapun GJLS merupakan grup komedi yang didirikan Rigen bersama Hifdzi Khoir dan Ananta Rispo.
“Sekarang nih lagi persiapan mau bikin film bareng GJLS. Ini bakal jadi proyek serius,” ungkap Rigen dalam akun YouTube Kaks Production.
Lebih lanjut, pria berusia 32 tahun tersebut menambahkan film yang akan dia hadirkan nanti tidak main-main. Sineas Monty Tiwa dikabarkan akan didapuk sebagai sutradaranya.
Baca juga : Peraih 2 Kali Oscars Emma Stone Terlibat dalam Eddington
“Kita udah ngobrol sama Pak Monty Tiwa sebagai sutradara dan dia mau turun langsung buat film ini,” kata Rigen.
Menurut Rigen, meskipun posisi sutradara akan diisi Monty Tiwa, GJLS tetap akan menjadi pihak yang membuat ide cerita sampai dengan finalisasi drafnya nanti.
“Ide storyline dari kita, habis itu acc Pak Monty, habis itu proses skripnya, baru nanti kita reading,” ujarnya.
Baca juga : Reza Rahadian Kembali Bintangi Film Horor Setelah 16 Tahun
Meskipun GJLS merupakan grup komedi, Rigen menegaskan film yang akan dihadirkan nanti merupakan film drama. Kendati demikian, dia menambahkan sentuhan unsur komedi tentu akan berasa di dalam film ini.
“Film ini kita akan ada dramanya. Kalau secara ide cerita drama banget. Mungkin nanti akan terasa komedinya dari kita bertiga yang punya karakter unik. Jadi situasi itulah yang akan membangun komedinya,” ucap Rigen.
Menurut Rigen, saat ini, dirinya belum menemukan konsultan komedi untuk filmnya tersebut. Hal ini menyebabkan ide komedi dari film ini terlalu liar dan juga belum fokus.
“Konsultan komedi belum nemu. Kita sih butuh yang bisa ngejagain komedinya. Karena Rispo sama Hifzi itu liar banget idenya. Makanya kadang suka ngomong ke belakang sama Pak Monty, idenya Hifzi sama Rispo enggak usah dipakelah itu. Absurd banget dah. Niat mereka emang buat penonton tuh ngerasa apa sih ini. Tujuannya begitu,” tandasnya. (Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Saat ini, film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu yang disutradarai Monty Tiwa itu telah berhasil menembus 300 ribu penonton.
Bucek Depp dan aktris muda Nadya Arina, yang memerankan tokoh ayah bernama Tyo dan calon ibu fiksi dari grup GJLS, Feni, membawakan lagu dangdut tersebut sebagai soundtrack (lajur suara)
Nadya Arina mengenal tiap-tiap personel GJLS, namun, tidak tahu jika mereka bertiga bergabung dalam satu grup komedi.
Memproduksi film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu memberikan tantangan yang signifikan bagi Monty Tiwa.
Menurut Luna Maya, meski terkesan santai terkadang menghadirkan narasi tidak terduga yang dibangun dari trio GJLS sehingga menimbulkan banyak improvisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved