Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Reza Rahadian mengawali kariernya di dunia film lewat film bergenre horor, yang berjudul Film Horor, pada 2007. Namun, baru kali ini dia kembali membintangi film horor melalui film karya Joko Anwar, Siksa Kubur.
“Pertama kali mas Joko WhatsApp saya, dia memberitahu bahwa ada karakter menarik buat kamu. Lalu saya tanya apa, setelah itu dikirim skenarionya dan singkat cerita saya bilang. 'Wah, this is a very, very good story and characters'. Tanpa perlu pertimbangan, saya langsung terima,” ungkap Reza.
Reza juga mengaku ia akan menerima tawaran membintangi film horror jika datang dari seorang Joko Anwar. Dalam film Siksa Kubur, Reza berperan sebagai Adil. Adil adalah seorang kakak yang memiliki trauma yang mendalam.
Baca juga : Joko Anwar Siapkan Film Siksa Kubur untuk Tayang Tahun Depan
Selain itu, ketika Joko Anwar sedang mencari lokasi, diketahui Reza menyusul Joko Anwar untuk melihat tempat yang akan dipakai untuk syuting.
Baca juga : Joko Anwar Klaim Film Siksa Kubur Ajak Penonton Pertanyakan Keimanan Diri Sendiri
Bagi Reza, semua itu adalah hal yang wajar dilakukan semua pemain yang ingin mempunyai momen dan dapat berdiskusi dengan sutradaranya.
Reza Rahadian juga mengungkapkan di hari pertama syuting film Siksa Kubur dirinya habis-habisan. Hal itu karena sebagai aktor profesional, Reza bertanggung jawab atas peran yang dimainkannya. Tapi Reza percaya bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan di semua peristiwa pasti mempunyai makna.
Bagi Reza, tantangan terbesar selama proses syuting adalah bermain bersama para legenda Indonesia, seperti Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Niniek L Karim, Arswendi Bening, dan Jajang C Noer.
Baca juga : Rilis Teaser Poster, Film Horor Siksa Kubur Besutan Joko Anwar Segera Tayang di Bioskop
"Itu sudah menjadi beban tersendiri. Ada juga emosi dan karakter yang dimainkan kompleksitasnya sangat luar biasa naik turun," kata Reza.
Film Siksa Kubur garapan Joko Anwar memang banyak menguras emosi dan karakter. Namun, Reza tetap terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Emosional dan karakter yang diperankan harus pas agar perasaannya terbawa oleh penonton.
Film Siksa Kubur menjadi comeback Reza Rahadian setelah 16 tahun tidak mengambil peran untuk membintangi film horror. Film Siksa Kubur akan tayang pada Lebaran tahun ini, pada 10 April 2024. (Z-1)
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
“Proses kolaborasi yang sangat menyenangkan. Kami bertukar pikiran, sama-sama berpikir kira-kira apa adegan demi adegan yang perlu kami bangun sama-sama,"
Reza Rahadian dan Rio Dewanto bermain dalam film terbaru berjudul Keadilan (The Verdict), yang menjadi kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan.
Film Pangku yang disutradarai Reza Rahadian pun dibawa memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved