Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Hanung Bramantyo, saat ini, tengah menggarap proyek film terbarunya bertajuk Gowok Kamasutra Jawa, yang mengangkat kisah mengenai fenomena dukun seksual di masyarakat Jawa.
Hanung menjelaskan tema cerita dari film ini mengambil referensi dari salah satu naskah dalam kesusastraan Jawa berjudul Serat Centhini.
Film Gowok Kamasutra Jawa menonjolkan aspek pendidikan seksual yang menjadi salah satu bahasan dalam naskah tersebut.
Baca juga : Perankan Istri yang Diselingkuhi, Michelle Ziudith Akui Petik Pengalam Berharga
"Jadi kalau dibilang bahwa ini film tentang (Serat) Centhini iya, tapi bukan soal Centhini-nya seutuhnya. Kita ambil part ketika mengajarkan soal pendidikan seksual," kata Hanung, dikutip Selasa (16/7).
Hanung menjelaskan keberadaan dukun seksual yang disebut sebagai Gowok sudah ada sejak tahun 1400-an.
"Jadi era 1400-an gitu, Laksamana Cheng Ho itu punya hubungan dengan raja-raja Jawa dan dia membawa seorang perempuan bernama Goo Wok Niang, itu bertugas mengajari para bangsawan terutama raja," kata Hanung.
Baca juga : Catatan Si Boy Reboot Bikin Angga Yunanda Melek Gaya Anak Orang Kaya
"Pada saat itu raja kan istrinya banyak, nggak cuman empat ada yang 10 bahkan 12, nah gowok ini mengajari si raja itu memuaskan perempuan," tambahnya.
Melalui film Gowok Kamasutra Jawa, Hanung ingin menyampaikan peran suami perihal kepuasan dalam hubungan suami-istri yang bisa berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga.
"Buat saya, ini make sense dan ini gak pernah diinformasikan oleh masyarakat luas," katanya.
Film Gowok Kamasutra Jawa dibintangi Reza Rahadian, Raihaanun, Lola Amaria, Ali Fikry, Nayla Purnama, dan lainnya.
Film yang digarap Hanung bersama rumah produksi MVP Pictures ini dijadwalkan bakal tayang di bioskop pada 2025 mendatang. (Ant/Z-1)
Aktor sekaligus produser eksekutif, Iko Uwais, menekankan pentingnya mengalihkan energi agresivitas anak muda ke ranah kreatif.
Film Ikatan Darah yang disutradarai oleh Sidharta Tata ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 April 2026.
Bagi Derby Romero, terlibat dalam proyek film Ikatan Darah adalah perwujudan dari impian lama.
Meskipun dikenal dengan latar belakang komedi, keterlibatan Rahmet Ababil di film Ikatan Darah disebut-sebut akan menjadi salah satu elemen paling "menonjol".
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Bagi para aktor, membintangi film aksi, seperti Ikatan Darah, bukan sekadar menghafal dialog, melainkan juga menuntut ketangkasan fisik yang mumpuni.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved