Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMERANKAN karakter seorang istri yang diselingkuhi suami dalam film ‘Ipar adalah Maut’, artis Michelle Ziudith mengaku banyak memetik pelajaran untuk kehidupannya. Usai menyelesaikan film tersebut, Michelle mengaku lebih berhati-hati dalam memilih pasangan.
“Peran ini sangat berkesan banget buat aku bahkan selesai syuting ini, aku susah tidur, aku masih kepikiran, bebannya masih ada, bahkan itu gak akan aku lupain sampai sekarang. Karena mungkin itu bisa jadi bekal buat nanti-nantinya, rasa waspadanya itu semakin ada dan kesini-sininya aku pribadi jadi agak trust issue sama banyak keadaan dan lebih berhati-hati,” ucap Michelle ditemui dalam konferensi pers film Ipar adalah Maut di Gedung MD Entertainment, Jakarta, Senin (25/3).
Dijelaskan Michelle, memerankan seorang istri merupakan tantangan tersendiri baginya, dia tidak menampik bahwa peran ini merupakan salah satu peran tersulit sepanjang kariernya, karena banyak hal yang tidak diketahui Michelle terkait bagaimana menjadi seorang istri.
Baca juga : Catatan Si Boy Reboot Bikin Angga Yunanda Melek Gaya Anak Orang Kaya
“Bagaimana rasanya memerankan seorang ibu beranak satu yang aku sendiri belum berumah tangga, jujur rumit, complicated juga. Ibaratnya, Otomatis aku harus kosongkan gelasnya, harus isi ulang lagi dari awal,” tutur Michelle.
Kendati demikian, Michelle mengatakan mendapat banyak masukan dari sang sutradara, Hanung Bramantyo. Dijelaskan Artis berusia 29 tahun itu, ini merupakan kali pertama baginya memerankan sosok istri, terlebih istri yang diselingkuhi suami.
“Setiap hari komunikasi sama Mas Hanung, dari proses kami reading sudah banyak komunikasi, komunikasi, komunikasi. Karena ini adalah sebuah pengalaman baru banget di aku, baru kali ini aku ngerasain peran ini, jadi rasanya campur aduk, ada serunya dan cukup berkesan buat aku,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, film ‘Ipar adalah Maut’ merupakan film bergenre drama besutan Hanung Bramantyo. Film ini merupakan adaptasi dari kisah yang viral di sosial media Tik-tok, yang bercerita terkait perselingkuhan suami dengan adik kandung sang istri, yang dijadwalkan tayang pada bulan Mei tahun ini.
Dalam film ini Michelle akan beradu akting dengan Deva Mahenra dan Davina Karamoy. Adapun proses produksi dimulai pada Maret-April 2023, saking spesialnya fim ini, Naskah draft pertama tercatat telah lebih dari 20 kali direvis untuk mendapat cita rasa drama yang pas untuk pecinta film Tanah Air. (Rif/Z-7)
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Film Balas Budi mengikuti perjalanan Alma (Michelle Ziudith), perempuan yang hidupnya hancur setelah menjadi korban penipuan oleh Budi (Yoshi Sudarso)
AKTRIS Michelle Ziudith yang dikenal sebagai ratu film drama, akhirnya memutuskan keluar dari zona nyamannya dengan menjajal genre baru dalam karier aktingnya.
Michelle menggambarkan karakter Maria di film Jangan Panggil Mama Kafir sebagai refleksi tentang cinta seorang ibu yang melampaui batas keyakinan.
Bermain pada film yang mengangkat kisah pernikahan beda agama, siapa sangka ternyata hal itu pernah dirasakan langsung oleh Michelle Ziudith.
Michelle Ziudith mengatakan tujuan utamanya berolahraga terutama gym adalah untuk menjaga kepadatan tulang.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved