Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI asal New York, Juliet Ivy, mengumumkan EP terbarunya, Tiny but Scary, akan dirilis pada 9 Agustus 2024 lewat AWAL. Untuk merayakan pengumuman istimewa tersebut, Ivy membagikan single ke-2 dari EP tersebut yang berjudul 4 Foot 2.
Membahas tentang kesehatan mental dari kacamata inner child Ivy, 4 Foot 2 dapat didengarkan dan ditonton lewat video klip ini yang disutradarai oleh Sarah Bromley.
Lewat EP Tiny but Scary, Ivy menggali lebih dalam lagi beragam pengalaman hidupnya sebagai seorang perempuan di abad ke-21 ini.
Baca juga : Penyanyi Cilik Etenia Rilis Single Kedua Semua Rasa
"Tema girlhood sangat nyata di EP ini, hal-hal yang selalu berubah-ubah, rumit, dan semua emosi yang bersatu padu yang kita rasakan sebagai seorang perempuan muda," ujar Ivy.
Baca juga : Josh Makazo Hadirkan Perjalanan Sinematik Lewat Single Hours
EP Ivy mendatang mengambil inspirasi dari kehidupan Ivy saat ini, lengkap dengan lirik-lirik yang menggambarkan kehidupannya lebih luas lagi.
Ivy membawa semua pendengarnya ke dalam rangka pikirannya lewat lirik-lirik yang cerdas, dibawakan lewat melodi-melodi yang serba manis.
"EP ini menyambut orang-orang yang menemukanku lewat EP pertamaku Playpen ke dalam kepalaku, kamar tidurku, dan masa kecilku, agar mereka mengenalku lebih dalam lagi," ujar Ivy.
Baca juga : Nilufer Yanya Rilis Single Method Actor
"EP Playpen menggambarkan bagaimana aku melihat hal-hal di luar diriku. Sementara itu, EP ke-2-ku ini terbilang fokus kepada hal-hal yang lebih internal," lanjutnya.
Juliet Ivy adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser musik berumur 23 tahun dengan darah Kolombia dan Tiongkok yang tinggal di kota New York.
Ia belajar di Clive Davis Institute of Recorded Music New York University, tempat ia belajar hal-hal dasar seputar cara menulis lagu dan memproduseri musik.
Baca juga : Katy Perry akan Rilis Single Woman's World pada 11 Juli
Ia mulai menulis musiknya sendiri di tahun pertamanya kuliah. Tahun berikutnya Juliet menghabiskan waktunya dalam sejumlah sesi bermusik dengan banyak produser di New York. Di tengah salah satu sesi tersebut, Juliet mendapatkan sebuah pencerahan.
"Menjadi satu-satunya penulis lirik di dalam suatu ruangan membuatku jatuh cinta dengan lirik-lirik. Aku tidak pernah berada di suatu ruangan di mana lirik menjadi prioritas pertamaku," ujarnya.
Ivy pun menyelami dunia menulis lagu lebih dalam lagi.
"Tidak hanya lagu-lagu cinta, tapi aku juga menulis lagu tentang eksistensialisme, tumbuh dewasa, kehidupan dan kematian," tambahnya.
Pencerahan tersebut berbuah hasil, yaitu single pertamanya Breakfast Song, yang baginya adalah sebuah lagu tentang bagaimana kita semua mencoba memahami hidup setiap harinya.
Momen pencerahan Ivy dengan lagu Breakfast Song berujung pada kelahiran EP Playpen, yang ia rilis pada tahun 2023.
Juliet menghabiskan akhir 2022 dan awal 2023 menulis EP Playpen' yang dirilis pada November 2023.
Single We're All Eating Each Other dari EP tersebut sukses mencapai posisi pertama di chart Global Viral 50 Spotify. (Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved