Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Singapura Josh Makazo telah merilis single barunya, Hours, lewat label No Saints Allowed yang dirilis bersamaan dengan sebuah video musik serba ambisius bertema fiksi ilmiah.
Hours dari Makazo membahas tentang perasaan yang muncul saat kita mengingat kembali hubungan-hubungan asmara di masa lalu.
Single Hours merefleksikan luapan emosi yang hadir saat kita mengingat-ingat seorang kekasih di masa lalu. Lewat lirik-lirik serba jujur dan melodi-melodi yang seakan menghantui, Makazo menghadapi ketakutannya untuk melepaskan kekasihnya tersebut. Sebuah perpisahan kepada kenangan-kenangan yang hangat namun singkat.
Baca juga : Nilufer Yanya Rilis Single Method Actor
Makazo berbagi, "Banyak laguku ditulis secara cepat dan di saat aku sedang melewati sebuah perjalanan emosional. Pendekatanku untuk lagu ini sebenarnya malah berbeda. Lagu ini merangkum adalah sebuah rangkuman banyak perasaan yang telah aku simpan cukup lama tentang sebuah hubungan yang aku lewati."
Baca juga : Katy Perry akan Rilis Single Woman's World pada 11 Juli
Seorang musisi berumur 21 tahun yang memproduseri semua karya-karyanya sendiri, Makazo tidak ragu untuk bereksperimen dan berani untuk melewati berbagai kegagalan seraya ia membentuk identitas musiknya.
Pengalaman-pengalaman hidupnya ia rangkai dalam sebuah ruang rangka yang gelap lewat gaya penulisan lagu yang intim, lirik-lirik yang jujur, dan nuansa yang serba moody.
"Menulis lagu Hours adalah sebuah proses yang sangat personal. Aku menghabiskan banyak malam merekam lapisan-lapisan melodi dan mengatur arrangement lagu ini agar dapat benar-benar menangkap emosi patah hati dan refleksi sepenuhnya. Karena aku memproduksi musikku sendiri, aku memiliki kontrol kreatif akan semua hal. Ini adalah karya yang dibuat dengan penuh cinta," papar Makazo
Baca juga : Uap Widya Bawa Nuansa 80-an Lewat Last Right One
Disutradarai oleh Salihin Ramli dan diproduseri oleh Abundant Productions dari Singapura, video musik Hours merupakan sebuah eksplorasi sinematik semesta sci-fi Asia.
Bercerita tentang karakter Makazo yang memberanikan dirinya untuk menggunakan sebuah teknologi terlarang untuk bertemu dengan kekasih di masa lalu, video klip Hours menyuguhkan sajian visual spektakuler yang memanjakan semua mata penontonnya.
Pada Maret 2024, Makazo merilis versi deluxe dari album perdananya, Gradient . Album tersebut telah mendapatkan lebih dari 20 juta stream di berbagai platform streaming.
Lagu Half of My Heart bahkan telah mendapatkan 2.3 juta stream dalam waktu 60 hari. Selain itu, Makazo berhasil mencapai posisi ke-2 dalam daftar Most Viewed Artist di TikTok Singapura tahun lalu.
Lewat Hours, Makazo melanjutkan perjalanan musiknya yang akan mengarahkan semua pendengarnya menuju perilisan album ke-2-nya, Ultraviolet, yang siap menjelajahi topik seputar cinta, kehilangan, dan penemuan diri. (Z-1)
King Nassar memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved