Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER, penyanyi, penulis lagu, dan multiinstrumentalis PVRIS bersiap memasuki era terbarunya dengan mengumumkan proyek EP terbarunya, F.I.L.T.H..
Musisi bernama asli Lyndsey Gunnulfsen itu mengawali proyek terbarunya dengan melepas single baru berjudul The Blob, yang turut menampilkan sesama penyanyi-penulis lagu Lights.
Mixtape ini menampilkan beberapa kolaborator yang menarik seperti Lights, Tommy Genesis, dan Alice Longyu-Ga di antaranya.
Baca juga : House of Protection Rilis Single Ketiga
Lyndsey Gunnulfsen menjelaskan sedikit mengenai proyek Mixtape mendatangnya, "Pada intinya, aku hanya ingin membuat proyek yang menyenangkan dengan para perempuan tangguh yang aku kenal di industri musik ini yang aku kagumi sekaligus cintai. Aku juga ingin menciptakan sebuah musik yang ruang di mana kami semua bisa mengekspresikan apapun yang kami inginkan dan bisa bereksperimen dengan arahan atau sound music yang. Aku juga mencoba untuk tidak terlalu perfeksionis dengan proses pembuatan mixtape ini, dan mementingkan prosesnya yang harus mengalir bebas sambil bersenang-senang!"
Baca juga : Holy City Rollers Rilis Single Filthy Rich
Meski begitu, Lyndsey juga menjelaskan lebih lanjut bahwa ada juga tujuan lain tercetusnya proyek mixtape ini.
"Di sisi lainnya, aku pun juga memiliki sebuah tujuan yaitu bisa membicarakan tentang satu dekade yang aku rasakan di industri ini. Perlu kita ketahui meskipun sudah ada begitu banyak produser, penulis, recording engineer perempuan yang ikonik dan luar biasa di luar sana, kuantitasnya masih lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Dan perbandingannya sangat jauh," ungkapnya.
"Dari mungkin ratusan sesi penulisan lagu atau pun proyek rekaman yang aku terlibat, aku hanya bisa mengingat pernah menulis lagu dengan 20 musisi perempuan, sedangkan dari sisi produser musik, hanya 10 produser perempuan yang pernah kutemui. Bahkan dari orang label rekaman, publisher hingga manajemen, aku melihat masih sedikit sekali sosok perempuan yang ada pada industri ini," lanjut Lindsey.
"Aku masih kurang paham dengan apa yang mungkin ditakutkan oleh orang-orang? Kita di sini sama-sama ingin bersenang-senang bersama bukan? Ini semua adalah yang aku alami dalam bab proyek ini, dengan mencoba bekerja hampir secara eksklusif dengan perempuan demi mendapatkan rasa kesenangan kalau kita semua bisa berkarya bersama. Mengerjakan proyek ini membuatku merasa seperti menjadi anak kecil lagi dan bisa dibilang mengerjakan ini semua sama sekali tidak membuatku stres. Aku berharap proyek ini juga bisa membantu fasilitasi perasaan yang sama untuk artis lain yang aku ajak ke proyek ini. Aku tidak ingin ini menjadi satu-satunya yang paling vokal di proyek ini karena sesungguhnya di proyek ini banyak sekali sosok perempuan tangguh yang memiliki dampak besar dari sebuah karya musik, dan hal ini merupakan sesuatu yang ingin aku coba terus lanjutkan dan kembangkan," pungkasnya.
Saat ini, PVRIS sedang menjalani tur di kawasan Amerika Utara bersama Pale Waves dan Bruses. Akhir tahun ini, PVRIS juga akan menjalani tur bersama The Smashing Pumpkins. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved