Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik beraliran rock asal Jakarta, Holy City Rollers, meluncurkan single bertajuk Filthy Rich, yang menjadi rangkaian perilisan menuju album terbaru mereka.
"Single ini kami yakini menjadi jembatan yang relevan secara aransemen dan juga lirik yang bercerita tentang kondisi sosial saat ini," tulis Holy City Rollers dalam keterangan resmi, Jumat (28/6).
Single ini memiliki sentuhan aransemen rock n roll klasik dengan perpaduan alunan riff yang mudah melekat di kepala dan juga lirik yang mudah diikuti pendengar.
Baca juga : Gandeng Bigthutha, ZeckoZICK Rilis Single Timpang
Lirik dalam lagu Filthy Rich bercerita mengenai kondisi masyarakat yang terjebak dalam adiksi perjudian.
Baca juga : Isyana Sarasvati Rilis Single Aku Rindu
Holy City Rollers berpandangan, saat ini, perjudian daring ataupun luring masih dalam kondisi yang meresahkan dan tidak mengenal umur hingga kalangan sosial.
Terbentuk di Jakarta pada 2004 silam, Holy City Rollers berkiblat kepada musik rock era 60-an hingga 2000an sehingga mengusung genre rock n roll dengan sentuhan pop tahun 60-an.
Album debut mereka telah dikeluarkan pada tahun dengan judul First Chapter of Allordia, berisi lagu-lagu yang menjadi tonggak eksistensi Holy City Rollers di industri musik saat itu, seperti Hook Up, Kingdom of Allordia, When the Bird Stop to Sing, dan Another Song for Her.
Saat ini, Holy City Rollers kembali dengan formasi dan energi yang baru.
"Mendapatkan relevansi dari situasi saat ini, membuat Holy City Rollers bergerak dalam karya-karya musik yang kami yakini dapat mewakili pandangan kami dalam isu sosial saat ini," kata Holy City Rollers. (Ant/Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved