Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK terbaru dari Aric Improta dan Stephen Harrison, House of Protection, telah mendefinisikan ulang arti "memulai dengan cepat". Sejak keduanya resmi mengumumkan mereka telah mendirikan proyek duo baru dan kemudian melepas dua single, mereka kembali dengan single ketiga, Being One, yang dirilis oleh Red Bull Records.
Beralih sedikit dari single-single terdahulunya, dengan gaya ritme drum dan bass yang bersemangat yang dilapisi melodi yang cukup euforik pada lagu ini, single terbaru mereka yang satu ini lebih dipengaruhi genre musik elektronik.
Diproduseri mantan personel Bring Me The Horizon, Jordan Fish, lagu antemik ini merupakan pivot tajam dari single mereka sebelumnya Learn to Forget.
Baca juga : House of Protection Rilis Single Learn To Forget
Namun, meski berbeda, lagu ini merupakan bentuk contoh dari kompleksitas mereka sebagai musisi dan energi yang para penggemar mereka harapkan dari proyek ini.
Baca juga : House of Protection Rilis Single It's Supposed to Hurt
Pada single ini, Improta menjelaskan, "Being One adalah lagu yang sangat berbeda dari yang biasa kita buat. Sebenarnya aku memang selalu suka memainkan lagu drum and bass, jadi setelah aku sampaikan ideku ini untuk menggunakan elemen musik tersebut, aku dan Jordan langsung mencoba mencari ide ritme yang cocok dengan apa yang aku pikirkan."
"Namun, pada akhirnya, aku merasa vokal Steve adalah pembedanya dari demo-demo yang telah kami rkam sebelumnya, dan memberikan dinamika yang baru. Aku membayangkan lagu ini dibuat untuk orang-orang yang sedang berkendara jauh di malam hari. Gambaran ini sering kami bicarakan ketika kami mencoba menulis lirik lagu ini bahkan sampai video klipnya," lanjutnya.
Video klip Being One disutradarai Kevin Garcia, sosok yang juga telah bekerja sama dengan Spiritbox, Bush, dan Tinashe.
Secara penggarapannya sendiri, pengambilan gambar video klip ini dilakukan selama beberapa bulan terakhir, ketika Kevin mencoba menangkap momen-momen band ini ketika mereka sedang berada di sebuah lokasi yang unik. Mulai dari memperlihatkan mereka bernyanyi di tengah lautan, memainkan drum di sebuah taman bermain, semua hal ini mengingatkan pada adegan-adegan frenetik dari film klasik tahun 1981 Koyaanisqatsi.
Dalam waktu 1 bulan, House of Protection telah mendapatkan banyak pujian positif dari berbagai media seperti The Guardian, NME, Revolver, Rock Sound, Kerrang!, dan masih banyak lagi. Kini, mereka sedang bersiap untuk menjalani pertunjukkan perdana mereka dalam bentuk rangkaian tur di musim gugur ini. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved