Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MALIQ & D'Essentials siap merilis album ke-9 mereka yang bertajuk Can Machines Fall In Love?, pada 30 Mei 2024 untuk menyambut hari ulang tahun ke-22 kelompok band itu.
"Kami nggak terlalu mikir sebenarnya dari sisi lirik album ini akan jatuh cinta, apakah akan sedih-sedihan. Kami on the spot aja semuanya, apa yang relevan di anak-anak (Maliq & D'Essentials)," kata Widi, salah satu anggota Maliq & D'Essentials, Selasa (7/5).
Dia menambahkan, hampir semua lirik itu tidak ada yang datang secara mentahan. "Pasti semua anak-anak relate sama penulisannya. Kalau dari sisi aransemen mengacu album 1-4. Kira-kira begini jenis musik Maliq."
Baca juga : Seventeen Berkolaborasi dengan Spotify Saat Luncurkan Album Baru
Di album Can Machines Fall In Love?, terdapat total tujuh lagu, termasuk dua single yang telah dirilis sebelumnya (Aduh dan Kita Bikin Romantis).
Lagu-lagu di dalam album tersebut adalah Intro, Dadidu di Dada, Aduh, Terus Terang, Kita Bikin Romantis, Begini Begitu, dan Hari Terakhir.
Menariknya, butuh waktu selama hampir satu tahun bagi Maliq & D'Essentials untuk merilis album ke-9 ini. Hal ini dilakukan untuk memberikan sentuhan khas Maliq di dalam album tersebut, serta totalitas dalam merilis sebuah karya musik.
Baca juga : Badut Jadi Judul Lagu Kelima Meiska Adinda
"Setelah 22 tahun bersama, ini format paling ideal dalam mengerjakan album," kata Widi.
Nama Can Machines Fall In Love? sendiri diambil dari pengalaman para anggota Maliq & D'Essentials selama mengerjakan album di tengah kecanggihan teknologi.
Bagi mereka, 'perasaan' adalah hal yang tidak dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi atau kecerdasan buatan, sehingga Maliq & D'Essentials ingin mengekspresikan 'perasaan' itu melalui album ini.
Baca juga : Indra Lesmana Berada di Sydney untuk Garap Album Jazz Terbaru
"Mungkin yang paling heboh saat ini adalah salah satunya bagaimana AI (Artificial Intelligence) bisa mempengaruhi kreativitas, cara bekerja, dan cara berproduksi," kata Widi.
Dia menambahkan dirinyatidak membenci teknologi, namun menganggap perasaan masih suatu hal yang terkuat untuk sampai ke pendengar dan dirinya belum merasakan teknologi bisa menggantikannya.
Pada 15 Mei 2024, Maliq & D'Essentials akan genap berusia 22 tahun. Untuk itu, perilisan album Can Machines Fall In Love pada 30 Mei 2024 diharapkan dapat membuat Maliq & D'Essentials lebih dikenal oleh masyarakat, dan karya musik mereka dapat terus dinikmati para pencinta musik Indonesia.
"Album Can Machines Fall In Love bisa didengar pada 30 Mei 2024 di berbagai platform streaming musik," tutup Indah, salah satu anggota Maliq & D'Essentials. (Ant/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved