Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SINEAS kenamaan di Indonesia, Joko Anwar bercerita membaca berita dari media massa menjadi salah satu sumber inspirasinya dalam menghadirkan sebuah cerita untuk film-film yang dia buat.
“Ngambil premis cerita atau ngambil sumber cerita kalau aku tuh biasanya dari berita. Jadi aku selalu membiasakan diri baca berita, bukan sekadar berita di sosial media tapi real berita karena lengkap semuanya, 5W 1H lengkap jadi bisa memberikan inspirasi buat cerita,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Abdel Achrian di akun YouTube nya.
Pria yang kini berusia 48 tahun tersebut menambahkan, selain membiasakan diri untuk membaca berita, dia juga senang melakukan observasi terhadap orang-orang di berbagai tempat.
Baca juga : Joko Anwar Sebut Siksa Kubur Jadi Pemantik Diskusi
“Terus aku juga suka mengobservasi orang, people watching. Aku suka pergi sendiri karena kebetulan introvert sering pergi ke stasiun kereta atau ke bandara cuma buat ngeliat orang lewat karena itu memberikan inspirasi,” kata Joko Anwar.
Lebih lanjut, kegelisahan di lingkungan sekitar juga menurutnya telah menjadi salah satu sumber inspirasi lain bagi dirinya. Sehingga, film yang kebanyakan dia buat menjadi respons terhadap kejadian sosial atau politik yang terjadi di lingkungan kecil atau pun di lingkungan besar bagi dirinya.
Salah satu film terbaru yang merupakan sumber dari kegelisahan tersebut ialah Siksa Kubur. Menurutnya film ini hadir dari kegelisahan dari dirinya yang telah terlahir sebagai seorang muslim.
Baca juga : Gunakan Efek Praktis, Joko Anwar Buat Film Siksa Kubur Jadi Nyata
“Siksa Kubur ini sebetulnya kegelisahan karena sebagai orang yang terlahir muslim dari kecil sudah belajar mengaji dan agama di sekolah maupun di luar sekolah selalu diperkenalkan tentang siksa kubur,” tuturnya.
Dia menekankan bahwa film ini akan menggambarkan bentuk kepercayaan maupun ketidakpercayaan dirinya terhadap siksa kubur.
“Jadi untuk mengetahui jawabannya harus nonton filmnya,” ujar Joko Anwar sembari tertawa.
Baca juga : 7 Negara di Luar Indonesia bakal Rasakan Ngerinya Siksa Kubur
Dia menambahkan Siksa Kubur sebagai film harus bisa dinikmati oleh masyarakat karena masyarakat sudah mengeluarkan uang untuk menonton, tenaga dan meluangkan waktu.
“Jadi harus diberikan reward dan rewardnya adalah sesuatu yang bisa mereka ikuti dengan ‘asyik’. Jadi filmnya harus entertaining way, di mana mereka bisa mengikuti karakter dan cerita dengan gampang. Enggak sulit dan enggak harus mikir ketika nonton. Tapi ketika mereka selesai nonton, mereka harus punya sesuatu untuk direnungkan atau didiskusikan dengan orang-orang terdekat dan penting dalam hidup mereka,” ucapnya.
Joko Anwar berharap ketika masyarakat menonton film Siksa Kubur ini ada pemicu untuk refleksi diri terhadap segala sesuatu yang sudah dilakukan selama hidup di dunia.
“Bukan hanya tentang dosa apa yang sudah kita lakukan, tapi apa yang sudah kita lakukan pada diri kita, hidup kita, impact terhadap kita dan juga impact kepada orang lain,” pungkas Joko Anwar. (Z-3)
Jika informasi yang didapat terlalu deras maka sebaiknya rehat sejenak dan mengevaluasi apakah berita tersebut benar atau palsu, agar tidak perlu bereaksi berlebihan.
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat.
Kemampuan seseorang mengelola emosi sangat berperan penting dalam menentukan seberapa besar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh berita buruk terhadap kesehatan mentalnya.
Pemerintah Australia baru saja mengumumkan aturan baru yang mengharuskan platform digital besar seperti Facebook (Meta), TikTok, dan Google untuk membayar biaya berita
LEBIH dari 100 staf BBC menuduh lembaga penyiaran tersebut melakukan liputan yang bias dengan memihak Israel dalam pelaporannya tentang perang di Jalur Gaza, Palestina.
Saat ini, Dewan Pers tengah melaksanakan uji coba perdana atas modul, silabus, dan kurikulum atas draft pedoman etik pemberitaan ramah terhadap korban kekerasan seksual.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved