Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS informasi mengenai bencana yang datang bertubi-tubi melalui media sosial maupun media massa ternyata memiliki dampak serius bagi kesehatan jiwa. Psikolog klinis dari Personal Growth, Virginia Hanny, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan bahwa paparan berita bencana secara terus-menerus dapat memicu kelelahan mental, bahkan bagi mereka yang berada jauh dari lokasi kejadian.
Fenomena ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai vicarious trauma atau trauma sekunder.
Menurut Virginia, kondisi ini menggambarkan dampak psikologis yang dialami individu setelah terpapar pengalaman traumatis orang lain secara tidak langsung.
"Fenomena ini banyak dikenal sebagai vicarious trauma atau secondary trauma. Hal ini menggambarkan kondisi psikologis yang dialami seorang individu setelah secara tidak langsung terpapar pengalaman traumatis orang lain," ujar psikolog lulusan Universitas Padjadjaran tersebut, dikutip Rabu (28/1).
Berdasarkan penelitian, paparan berulang terhadap konten bencana, baik berupa gambar, video, maupun narasi emosional, dapat memicu respon stres yang serupa dengan mereka yang mengalami peristiwa tersebut secara langsung.
Rasa sedih, cemas, atau lelah secara mental merupakan reaksi emosional yang wajar di tengah situasi krisis yang berkepanjangan.
Namun, Virginia memberikan catatan penting mengenai kapan kondisi ini harus mulai diwaspadai secara serius.
"Ketika emosi negatif intens dan menetap lebih dari dua minggu tanpa perbaikan hingga kesulitan tidur atau mimpi buruk terus-menerus," tegasnya.
Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan meliputi perasaan putus asa, mati rasa emosional, rasa bersalah yang berlebihan, hingga gangguan fungsi dalam aktivitas harian seperti pekerjaan, sekolah, dan relasi sosial.
Perilaku ekstrem seperti menghindari berita sama sekali atau sebaliknya, melakukan pengecekan berita secara kompulsif, juga menjadi indikator adanya masalah.
Untuk mencegah kelelahan mental yang lebih dalam, Virginia menyarankan masyarakat untuk mulai mengatur konsumsi informasi mereka. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan membatasi durasi membaca atau menonton berita, misalnya cukup 1-2 kali sehari melalui sumber yang tepercaya.
Selain itu, penting bagi setiap individu untuk membangun benteng emosional.
"Menyadari boundaries pribadi, dan menyadari juga bahwa empati tidak berarti harus menyerap semua perasaan yang dirasakan oleh para korban," tutur Virginia.
Jika perasaan cemas mulai melanda, teknik grounding seperti mengatur pernapasan dalam atau berfokus pada sensasi tubuh dapat membantu menenangkan sistem saraf.
Jika kondisi memungkinkan, mengubah kecemasan menjadi aksi nyata seperti donasi atau menjadi relawan juga sangat disarankan untuk menyeimbangkan kondisi psikologis.
Virginia mengingatkan agar siapa pun yang merasa gejalanya semakin memburuk atau mulai muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri agar segera mencari bantuan ahli.
"Apabila gejala-gejala ini sangat mengganggu keberfungsian atau semakin memburuk, maka individu sangat disarankan untuk mencari bantuan professional seperti psikiater atau psikolog klinis untuk memprosesnya," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Jika informasi yang didapat terlalu deras maka sebaiknya rehat sejenak dan mengevaluasi apakah berita tersebut benar atau palsu, agar tidak perlu bereaksi berlebihan.
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat.
Kemampuan seseorang mengelola emosi sangat berperan penting dalam menentukan seberapa besar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh berita buruk terhadap kesehatan mentalnya.
Pemerintah Australia baru saja mengumumkan aturan baru yang mengharuskan platform digital besar seperti Facebook (Meta), TikTok, dan Google untuk membayar biaya berita
LEBIH dari 100 staf BBC menuduh lembaga penyiaran tersebut melakukan liputan yang bias dengan memihak Israel dalam pelaporannya tentang perang di Jalur Gaza, Palestina.
Paparan berita negatif berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental. Psikolog menjelaskan risiko vicarious trauma dan cara mencegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved