Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DIAN Sastrowardoyo mengaku memiliki banyak kesan dalam perjalanannya berkarier di industri perfilman. Hal itu dikatakannya, Jumat (22/3), dalam acara Perayaan 25 Tahun Dian Sastrowardoyo Berkarya di Industri Sinema Indonesia bersama dengan Bazaar Indonesia.
"Kesan yang aku dapetin banyak sekali dan tidak bisa dirangkum menjadi satu momen, yang pasti memang perjalanan ini lumayan panjang dan lumayan naik turun. Aku sangat bersyukur diberi kesempatan beberapa kali," ungkap Dian.
Dian menambahkan, selama ia berkarier, serial Gadis Kretek menjadi serial yang paling berkesan untuknya. Ia menganggap Gadis Kretek adalah judul serial yang mempertemukan karakter-karakter dari film berbeda.
Baca juga : Ario Bayu Mengaku Mudah Beradegan Romantis dengan Dian Sastrowardoyo
"Serial paling berkesan buat aku untuk sekarang Gadis Kretek, karena justru setelah pandemi menjadi momen di saat judul dari Indonesia itu bisa crossover bahkan di global dan tetap top ten, itu merupakan sesuatu yang membuat bersyukur sekali karna ternyata karya Indonesia bisa diapresiasi di negara-negara lain," tambah Dian.
Nama Dian Sastro memang tidak bisa terlepas dari sejarah perfilman Indonesia. Diawali dengan film pertamanya Bintang Jatuh yang disutradarai Rudi Soedjarwo pada 2000, lalu Pasir Berbisik 2001, dan diikuti dengan Ada Apa Dengan Cinta? yang diproduksi Miles dan disutradarai oleh Rudi Soedjarwo pada 2002. Karenanya, sampai saat ini, wajahnya menjadi kesegaran dan masa depan yang menjanjikan bagi industri film Indonesia.
Di balik kegigihan dan ketekunannya, dalam berkarier sebagai seorang aktris, Dian Sastrowardoyo juga memiliki visi yang lebih luas bagi perfilman Indonesia, tidak hanya bermain dalam seni peran, namun ia juga ingin ikut andil dalam memproduksi sebuah film.
Baca juga : Dian Sastrowadoyo Mengaku Jadi Antisosial Demi Gadis Kretek
"Aku ingin belajar memproduksi sebuah film dan main film seperti Charlize Theron dan Margot Robbie. This is the year that I finally went taking that leap of faith," kata Dian.
Dian juga menambahkan jika saat ini dia tidak menjadi seorang aktris dia ingin menjadi seorang sutradara yang dapat menggarap beberapa film.
"Kalau aku ga jadi aktris aku pengen banget jadi sutradara, soalnya aku suka banget. Udah dari dulu aku masuk ke dunia film dan pengen jadi sutradara sebenarnya," ucap Dian.
Dian Sastrowardoyo merupakan seorang model, penyanyi, dan juga aktris Indonesia yang pertama kali memulai kariernya dari dunia modeling dan menjadi juara pertama pada ajang pemilihan Gadis Sampul 1996. Pada 16 Maret kemarin ia telah merayakan ulang tahunnya yang ke-42. (Z-1)
“Saya harap ini dapat menjadi awal bukan saja diakuinya industri kreatif Indonesia, tetapi juga karya-karya kreatif dari Asia Tenggara."
Gadis Kretek menang penghargaan Best Miniseries setelah mengungguli sejumlah drama korea (drakor) populer seperti Moving, The Worst of Evil, hingga Daily Dose of Sunshine.
Film Gadis Kretek menghadirkan cerita tentang cinta, keluarga, dan sejarah industri rokok kretek di Indonesia. Serial ini memperluas jangkauan cerita dari novel ke layar televisi
Selain menulis novel, Ratih Kumala juga menulis skenario film dan drama televisi.
Dian Sastrowardoyo ingin mengubah paradigma bahwa kebaya bukan pakaian yang menunjukkan status dan hanya dipakai untuk bermewah-mewahan.
NasDem memandang sudah saatnya industri perfilman menggambarkan perempuan secara ‘adil’. Tak melulu soal parasnya, tetapi juga bagaimana pikiran dan daya juangnya
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved