Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM series Gadis Kretek adalah adaptasi dari novel populer karya Ratih Kumala yang berjudul sama. Diadaptasi menjadi serial oleh Netflix pada tahun 2023.
Film Gadis Kretek menghadirkan cerita tentang cinta, keluarga, dan sejarah industri rokok kretek di Indonesia. Serial ini memperluas jangkauan cerita dari novel ke layar televisi, dengan menambahkan elemen visual yang memperkuat nuansa sejarah dan budaya Indonesia.
Film Netflix ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Jeng Yah, lalu Ario Bayu sebagai Pak Soeraja, ada juga Putri Marino, Arifin Putra, dan Ibnu Jamil sebagai anak-anak Pak Soeraja.
Baca juga : Dian Sastrowardoyo Dorong Berkebaya Jadi Kebiasaan Sehari-Hari
Dalam ceritanya, series Gadis Kretek mengikuti kisah tiga bersaudara—Lebas, Karim, dan Tegar—yang berusaha memenuhi permintaan terakhir ayah mereka, Pak Soeraja.
Sebelum meninggal, Pak Soeraja meminta anak-anaknya untuk menemukan seorang perempuan bernama Jeng Yah, yang ternyata adalah cinta masa mudanya.
Dalam perjalanan untuk menemukan Jeng Yah, terungkaplah sejarah panjang hubungan cinta yang berhubungan dengan konflik pribadi dan sejarah Indonesia, serta keterlibatan dalam industri rokok kretek.
Baca juga : Kesan Dian Sastrowardoyo Selama 25 Tahun Berkarya Di Industri Film
Cerita ini mencakup tema-tema tentang cinta, pengorbanan, rahasia keluarga, dan perjuangan bisnis keluarga di industri rokok kretek, yang memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia.
Lalu di media sosial X Gadis Kretek baru saja menjadi trendi topik, karena film tersebut baru saja memenagkan Best Miniseries atau award film misteri terbaik di Seoul International Drama Awards 2024.
Selain film, Seoul International Drama Awards 2024 juga akan memberi penghargaan kepada aktor aktor ternama di film-film favorit di dunia.
Baca juga : Pentingnya Chain of Title untuk Karya Adaptasi
Penghargaan yanbg diraih oleh film Gadis Kretek ini pun menuai sorotan dan banyak ucapan dari akun akun film di Indonesia, seperti WatchmenID, BaseEntID hingga layartancep_id.
"Gadis Kretek berhasil masuk nominasi Seoul International Drama Awards.
Di kategori Miniseries Gadis Kretek bersaing bareng 3 Body Problem, Moving, The Worst of Evil dan judul-judul lainnya
Baca juga : Ario Bayu Mengaku Mudah Beradegan Romantis dengan Dian Sastrowardoyo
Dian Sastro juga masuk di kategori Best Actrees bersama 5 kandidat lainnya," tulis @WatchmenID dalam postingannya.
Tak lama dari postingan tersebut, film series Gadis Kretek tersebut berhasil menyabet penghargaan Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024.
"Menang!
Gadis Kretek menang Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024," tulis @WatchmenID.
Lalu akun film lainnya pun ikut memberi ucapan saat mengetahui Gadis Kretek memenangkan award tersebut.
"Gadis Kretek berhasil meraih penghargaan Best Mini Series dalam kategori International Competition Program di Seoul International Drama Awards 2024!
Bangga banget, mengingat Gadis Kretek bersanding dengan karya- karya terbaik lainnya seperti 3 Body Problem, Moving, The Worst of Evil dan Daily Dose of Sunshine," tulis @BaseEntID.
Mereka bangga dengan raihan yang dicapai oleh film Gadis Kretek karena berhasil mengalahkan film lainnya cukup terkenal.
"Selamat untuk GADIS KRETEK yg berhasil sabet penghargaan Best Miniseries di International Competition Seoul International Drama Awards 2024. Berhasil mengungguli Moving, The Worst of Evil, Daily Dose of Sunshine, sampai 3 Body Problem.
Turut bangga!," tulis @layartancep_id.
Perlu diketahui, Seoul International Drama Awards (SDA) adalah sebuah ajang penghargaan internasional tahunan yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, untuk mengapresiasi dan merayakan karya-karya drama televisi dari seluruh dunia.
Acara ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006 dan telah berkembang menjadi salah satu acara penghargaan drama internasional yang bergengsi, di mana berbagai drama dari berbagai negara dinilai dan diberikan penghargaan.
Drama yang berpartisipasi dalam Seoul International Drama Awards tidak hanya berasal dari Korea Selatan, tetapi juga dari negara-negara di seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, China, Thailand, Turki, Indonesia, dan banyak negara lainnya.
Drama-drama yang diikutsertakan dinilai oleh dewan juri internasional yang terdiri dari pakar industri televisi dan film. (Z-12)
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Laras, seorang ibu di dunia nyata, sekaligus sebagai i-BU, sebuah entitas kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di film Esok Tanpa Ibu.
Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bimasena. Di film ini, Dian memerankan karakter ibu yang mengalami koma.
"Ini audisi menurut aku kesempatan terakhir. Di usia segini ada kesempatan begini kalau dilewati nggak akan pernah coba, jadi cobain aja,"
Dalam sesi temu media, Dian berbagi pengalaman pribadinya tentang bagaimana ia terus berkarya dan berani memulai hal baru meski telah menginjak usia 40 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved