Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Andien Aisyah membagikan pengalamannya sebagai orangtua dalam mengeratkan hubungan dengan dua anaknya, Kawa dan Tabi, yang kini sedang berada pada masa tumbuh kembang aktif.
"Aku sama anak-anak maksimalkan waktu bersama, penting banget untuk punya momen-momen menyenangkan bersama Kawa dan Tabi," kata Andien, dikutip Rabu (20/12).
Menurut Andien, membuat memori indah bersama sang anak menjadi salah satu hal penting untuknya. Oleh karena itu, dia enggan mempekerjakan asisten untuk mengurus anak dan bersedia untuk bertanggung jawab penuh terhadap mereka.
Baca juga: Andien Ungkap Alasan Rajin Berolahraga
"Aku kan nggak pakai asisten untuk urus anak, jadi, kadang mereka suka aku bawa kerja," ujar Andien.
Tidak heran, anak-anak Andien menjadi sangat dekat dengannya dan tumbuh dengan baik di bawah pengawasannya. Dia pun membebaskan anak-anaknya untuk bermain atau berinteraksi dengan orang lain, selama kegiatan itu dilakukan sewajarnya dan tidak mengganggu waktu istirahat mereka.
"Aku membebaskan mereka untuk nyeker (tidak pakai alas kaki), main di luar. Menurutku, itu bagus untuk daya motorik mereka," ungkap pelantun Saat Bahagia itu.
Baca juga: Ini Alasan Andien Bermusuhan dengan Kondisioner
Andien menilai, selama bisa melibatkan dia, anak-anak dan suami, serta menyenangkan, aktivitas itu bisa menjadi kenangan manis yang, dia berharap, bisa diingat terus oleh Kawa dan Tabi.
"Jadi, modal mereka menghadapi tantangan ke depan," tegas Andien.
Andien pun memiliki beberapa kiat untuk mengeratkan diri bersama sang anak dan membuat core memory positif untuk mereka. Dia mengaku sering berbincang bersama mereka sebelum tidur, seperti bertanya kondisi mereka hari itu atau pengalaman dan kejadian unik apa yang mereka alami dalam satu hari.
Tidak hanya itu, Andien juga menyesuaikan diri untuk mengeratkan hubungannya dengan sang anak. Untuk Kawa, Andien merasa anak pertamanya itu lebih terbuka terhadap orang lain dan aktif, sehingga Andien mendorong Kawa untuk lebih banyak berinteraksi dengan orang lain.
Sementara anak bungsunya, Tabi, cenderung lebih diam dan memperhatikan orang lain. Andien sering menceritakan ondel-ondel karena Tabi sangat menyukai kesenian Betawi tersebut.
"Dia juga suka banget ondel-ondel, sebelum tidur kadang suka aku ceritain cerita yang ada ondel-ondelnya (sesuai kemauan Tabi), kayaknya mau jadi budayawan dia," pungkas Andien. (Ant/Z-1)
SEMALAM, Sabtu, (15/11), Andien merampungkan hajatan kenduri 25 tahunnya bermusik melalui tajuk Konser Suarasmara. Ia memulai dari usia sangat belia, saat masih remaja.
ANDIEN akan merayakan 25 tahun perjalanannya bermusik lewat konser tunggal bertajuk Konser Suarasmara pada Sabtu malam ini, (15/11) di Istora Senayan, Jakarta.
Andien mengajak kedua putranya terlibat langsung dalam kegiatan plogging (memungut sampah sambil jogging) di area Car Free Day (CFD) Jakarta.
Konser Andien kali ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan juga mengusung misi mulia: keberlanjutan (sustainability) lingkungan dan pemberdayaan manusia.
Konser Suarasmara menjadi perayaan 25 tahun karier Andien dengan sentuhan seni, kolaborasi sosial, dan kepedulian lingkungan.
Penyanyi Andien merayakan 25 tahun perjalanan kariernya di industri musik Indonesia melalui konser bertajuk Suarasmara 25 Years of Musical Celebration.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved