Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA sekaligus penulis naskah Danial Rifky berupaya agar film Rumah Masa Depan, dapat tetap menghidupkan nostalgia bagi para penonton sekaligus tetap terhubung dengan kondisi perkembangan zaman saat ini.
Danial menjelaskan bahwa para pemeran film tersebut tidak diharuskan untuk menonton serial televisi Rumah Masa Depan versi terdahulu.
Film itu merupakan adaptasi yang diangkat dari serial televisi pada empat dekade silam karya sutradara Ali Shahab.
Baca juga: Fedi Nuril dan Laura Basuki Kembali Beradu Akting di Rumah Masa Depan
Pada waktu itu, sang sutradara juga menuliskan serial yang sama dalam format buku. Kini, karya tersebut kembali hadir dalam bentuk layar lebar yang akan menyapa publik mulai 7 Desember 2023.
"Karena itu bagian dari tugas tim riset kami yang membuat cerita. Kami datangi TVRI, menonton lagi beberapa seri, lalu setelah kami pahami seperti apa jiwa serial tersebut, maka hal itu yang menjadi modal kami untuk melakukan adaptasi," ujar Danial, dikutip Rabu (6/12).
Berbeda dengan serial televisi pendahulunya, film Rumah Masa Depan, lanjut Danial, memberikan keleluasaan karakter bagi para pemain yang disesuaikan dengan kondisi kekinian.
Baca juga: Fedi Nuril Ungkap Dilema Berperan Sebagai Suami Beristri Satu dan Dua
"Misalnya ada Chef Surti (Laura Basuki) karena sekarang dunia chef atau lomba memasak jadi ikonik dan hal itu tidak terjadi pada era 80-an. Lalu sosok Bayu yang seorang gamer adalah isu hari ini," kata Danial.
Danial juga menjabarkan film itu adalah nostalgia bagi generasi anak-anak dan remaja yang besar pada era 80 dan 90-an, seraya berkumpul bersama keluarga untuk duduk bersama menyaksikan serial tersebut lewat saluran TVRI.
"Lalu, orangtua mulai membanding-bandingkan anaknya dengan karakter di serial itu. Kamu rajin belajar ya biar kayak Sangaji, jangan nakal-nakal biar nggak kayak Hartono, semuanya dibacakan," katanya.
Ia mengaku, memori tentang serial itu adalah berkumpulnya keluarga, kehangatan ketika menonton dan bagaimana film itu mengisi hati.
"Kehangatan itu yang ingin kami hadirkan kembali di film ini," pungkas Danial.
Rumah Masa Depan karya rumah produksi Mizan Pictures dan Max Pictures menampilkan sejumlah aktor seni peran di antaranya Fedi Nuril, Laura Basuki, Widyawati, Cok Simbara, Bima Azriel, Ciara Brosnan, Aurel Valen, Maisha Kanna, dan Zayyan Sakha. (Ant/Z-1)
Kembalinya One Piece musim semi ini menandai transisi besar dalam narasi anime garapan Eiichiro Oda tersebut.
Serial drama Korea bergenre thriller romantis Siren's Kiss menjanjikan perpaduan ketegangan psikologis yang intens dengan daya tarik emosional yang mematikan.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Melalui dinamika hubungan antartokohnya, serial Melindungimu Selamanya mengajak penonton untuk melihat bahwa mencintai adalah sebuah keputusan.
Laura Moane mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mengambil peran di serial A dan Z: InsyaAllah Cinta didasari oleh ketertarikannya pada alur cerita yang ditawarkan.
Serial A dan Z: InsyaAllah Cinta hadir dengan narasi yang tidak sekadar mengulik asmara remaja, melainkan kisah cinta mendalam yang berakar dari sebuah tragedi.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved