Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu Shawn Mendes baru saja merilis lagu baru berjudul What the Hell Are We Dying For pada 9 Juni 2023. Banyak fans yang kemudian menerka-nerka apa makna di balik lagu itu.
Dalam wawancara bersama Zane Lowe di Apple Music 1, penyanyi berusia 24 tahun itu mengungkapkan lagu barunya ditulis berdasarkan keresahan yang dialaminya. Tentang cinta dan banyak hal lainnya.
"Aku hidup di New York, dan aku merasakan banyak hal tentang cinta, karier dan tentang kehidupan ini. Saat aku berada dalam studio, momen frustrasi yang mendalam itu datang. Dan kemudian aku merasa bahwa keresahan itu bisa menjadi sebuah inspirasi," ucap dia.
Baca juga: Shawn Mendes dan Camila Cabello Putus Lagi, Kali ini Fix dan Final
Mendes menjelaskan dirinya masih sering merasa berada di tempat yang sangat membingungkan dalam kehidupannya. Lagu barunya menjadi cara untuk mengekspresikan keresahannya itu.
"Aku sekarang akan memasuki usia 25 tahun, dan masih sering merasa galau tentang banyak hal dalam hidup," ucap dia.
Baca juga: Shawn Mendes Batalkan Tur Untuk Jaga Kesehatan Mental
Meski begitu, ia merasa bahwa hidup ini layak untuk diperjuangkan. Dan itulah yang dituangkannya dalam sebuah lagu untuk didengarkan pada semua orang.
"Meskipun aku sering merasa galau, tapi aku masih dikelilingi orang yang aku cinta, musik yang aku cinta dan planet yang aku cinta. Dan tiga hal itulah yang layak untuk aku perjuangkan," ucap dia. (Z-3)
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPOTIFY resmi merilis Wrapped 2025 untuk para pendengar di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Spotify Wrapped merangkum perjalanan mendengarkan musik dan podcast
PADI Reborn akhirnya resmi meluncurkan single terbarunya, Ego, pada Jumat, (7/11). Single ini menjadi pembuka album terbaru mendatang berjudul Dua Delapan.
Pada 1996, James F Sundah bersama Titiek Puspa, bekerja sama dengan member band legendaris Scorpions, Klaus Meine dan Rudolf Schenker.
Lagu Omoide Scroll kini telah dirilis di layanan streaming sebagai singel resmi ke-67 AKB48, sementara lagu ciptaan asli Akimoto berjudul Cécile telah dihapus dari YouTube.
Dengan hook Piipapii papipo yang glitch, chorus yang penuh gula, dan produksi chaos-pop, Punks adalah sebuah uppercut sonik.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved