Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU pemungutan royalti musik di ruang publik kembali menjadi sorotan. Managing Director USEA Global, Jerry Chen, menilai bahwa pemutaran lagu jingle iklan atau jingle perusahaan di lokasi bisnis milik sendiri seharusnya tidak dikenakan biaya royalti.
Menurut Jerry, ada perbedaan mendasar antara lagu komersial umum dengan musik identitas yang diciptakan khusus untuk keperluan promosi tempat usaha.
Ia menganalogikan kepemilikan jingle tersebut seperti sebuah bangunan yang didirikan sendiri oleh pemiliknya.
"Jika Anda memiliki musik tersebut, Anda menciptakannya, atau secara internasional di mana pun kita berada, Anda membangun 'rumah' itu, itu milik Anda. Tidak ada yang akan datang dan berkata, 'Saya akan memungut biaya parkir'," ujar Jerry dalam diskusi mengenai lisensi musik di ruang publik yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2).
Jerry menegaskan bahwa jingle perusahaan merupakan instrumen promosi, bukan komersial. Oleh karena itu, pemungutannya dianggap kurang tepat karena tujuan utamanya adalah membangun identitas tempat usaha tersebut.
Ia memperingatkan bahwa jika aturan ini dipaksakan, para pelaku usaha yang telah berinvestasi membuat lagu promosi sendiri kemungkinan besar akan melancarkan protes.
Penerapan aturan royalti, lanjutnya, harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan dampak langsung terhadap dunia usaha agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan.
"Saya menciptakan lagu saya sendiri, dan Anda ingin mengambil uang saya? Mengapa? Saya tidak mengerti. Jadi, itu harus adil, harus dijustifikasi," tegasnya.
Sebagai langkah perbaikan, Jerry menyarankan agar lembaga pemungut royalti seperti Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) mulai mempelajari sistem di negara lain. Jepang dan Singapura disebutnya sebagai referensi yang baik untuk menciptakan aturan yang lebih konsisten serta transparan.
Berbeda dengan model pemungutan pada lagu tanpa sumber yang jelas, USEA Global mengedepankan pendekatan berbasis data.
Jerry menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sistem pemantauan data lagu selama 24 jam. Teknologi ini memungkinkan setiap lagu yang diputar terdokumentasi dengan akurat, sehingga musisi mendapatkan haknya sesuai dengan penggunaan nyata.
Melalui sistem yang transparan, Jerry yakin akan tercipta situasi yang menguntungkan bagi semua pihak, baik bagi pelaku usaha maupun pencipta lagu.
"Perniagaan melihat nilai, pencipta musik dan musisi melihat bahwa ya, itu benar bahwa Anda melakukan secara transparan, dan juga dari segi platform, itu baik untuk mereka memahami kebenaran transparansinya," tutup Jerry. (Ant/Z-1)
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sony menghadirkan LinkBuds Clip dengan desain terbuka dan WF-1000XM6 dengan peredam kebisingan canggih. Dua earbud untuk pengalaman audio berbeda.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved