Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Kesha Ratuliu mengatakan dirinya lebih menjaga asupan makanan di kehamilan anak keduanya saat ini guna menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan, seperti yang pernah ia alami saat kehamilan sebelumnya.
"Kehamilan yang pertama, aku naik 23 kg, terus aku ada injury lutut karena berat badan yang naik terlalu banyak itu. Aku jadi sakit-sakit badannya. Makanya di kehamilan kedua ini, aku lebih menjaga apa yang masuk ke dalam tubuh aku," kata Kesha, dikutip Jumat (7/4).
Kesha bercerita, saat kehamilan anak pertama, ia bahkan sempat kesulitan beraktivitas karena kenaikan berat badan yang berlebihan.
Baca juga: Arbani Yasiz Mengaku Gugup Jadi Anak Cut Mini
"Karena naiknya terlalu berlebihan, lutut aku makin parah, akibatnya ke mana-mana sempat pakai kursi roda karena kakinya udah enggak kuat," ujarnya.
Perempuan kelahiran 5 Juni 1998 itu pun mengaku di usia 7 bulan kehamilan anak keduanya saat ini, kenaikan berat badannya menjadi lebih terkontrol berkat pola makan gizi seimbang.
"Sekarang naiknya 8 kg, alhamdulillah," ujarnya.
Baca juga: Memori Ramadan, Ari Irham Mengaku Pernah Jadi Naruto Saat Pulang Tarawih
Meski demikian, Kesha mengatakan menjaga berat badan saat hamil bukanlah perkara mudah. Layaknya ibu hamil pada umumnya, ia juga selalu ngidam.
Namun, ia mengaku memiliki trik sendiri agar ngidamnya tetap terpenuhi tanpa harus khawatir akan kenaikan berat badan yang berlebihan.
"Aku tetap pesan, tetap beli makanannya, tapi aku cuma cicip aja, enggak aku habisin. Suami yang habisin. Yang penting tetap ada di lidah, happy mood-nya, tapi enggak aku konsumsi berlebihan," katanya.
Di samping itu, Kesha mengatakan dirinya juga selalu mengonsumsi susu kehamilan yang rendah lemak.
Agar tidak bosan, ia kerap membuat kreasi yang menggunakan susu kehamilan, salah satunya chocolate banana smoothies. (Ant/Z-1)
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved