Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Fajar Bustomi mengatakan film Korea My Sassy Girl (2001) merupakan film yang sangat dekat dengannya. Hal itu membuatnya begitu bersemangat dalam menggarap film remake versi Indonesia dengan judul sama tersebut.
"Versi Korea My Sassy Girl adalah salah satu film favorit saya. Waktu saya sekolah film di IKJ, kami membedah film My Sassy Girl dan dari sana terlahir banyak diskusi. Tidak menyangka bahwa 20 tahun kemudian saya bisa membuat remake dengan Falcon Pictures. Ini adalah anugerah yang luar biasa," papar Fajar dalam jumpa pers My Sassy Girl di Jakarta, dikutip Senin (20/6).
Sutradara film Dilan 1990 (2018) itu menambahkan, kecintaannya akan versi aslinya, 21 tahun silam itu, membuatnya tertarik menambahkan tafsiran dan unsur kedekatan lebih lanjut kepada penonton.
Baca juga: Jefri Nichol Puji Akting Tiara Andini di My Sassy Girl
"Ini seperti membuat film versi sudut pandang dan tafsiran saya. Saya ingin buat My Sassy Girl yang Indonesia banget. Itu niatnya. Ada beberapa adegan yang sama (dengan versi asli) karena itu bagus dan harus dipertahankan," papar dia.
Lebih lanjut, Fajar mengatakan dirinya bangga dapat menyelesaikan film ini dengan dukungan para pembuat dan pemain film yang terlibat.
"Semoga film ini sukses dan bisa menjadi kebanggaan tersendiri, remake film Korea dengan gaya Indonesia di dalamnya. Saya suka sekali dengan musik, skenario, gambar, dan teman-teman luar biasa yang bergabung. Semoga penonton bisa merasakan kebahagiaan seperti saya ketika menyaksikan film ini," ujar sutradara film Buya Hamka tersebut.
Fajar kemudian bicara mengenai kedua pemain utama, Jefri Nichol dan Tiara Andini. Menurut dia, keduanya merupakan dua orang yang dipertemukan oleh semesta.
"Mereka seperti sudah dipertemukan saja dengan semesta. Selain itu, dua karakter ini begitu berbeda satu sama lain, namun saling suka. Itu menarik untuk diulik bagaimana perjalanan mereka," kata dia.
My Sassy Girl bercerita soal Gian (Jefri Nichol) yang seharusnya pergi ke rumah sang tante, yang ingin menjodohkan Gian dengan mantan kekasih almarhum anaknya.
Namun, sejak berada di stasiun, hingga berada di moda raya terpadu, Gian terjebak dalam situasi yang mengharuskannya mengurus gadis mabuk bernama Sissy (Tiara Andini), dengan membawanya ke hotel.
Terjadi kesalahpahaman antara Gian dan Sissy, tetapi justru hal tersebutlah yang membawa mereka menuju pertemuan demi pertemuan selanjutnya.
Pertemuan itu membentuk sebuah kebersamaan, dengan Gian menemukan dirinya tidak bisa dan tidak mau menjauh dari Sissy, meskipun Sissy sering kali merundungnya.
Sissy, yang mempunyai sisi muram sebagai akibat dari masa lalunya, dapat menemukan kebahagiaan setiap kali sedang bersama Gian.
My Sassy Girl akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Juni 2022. (Ant/OL-1)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved