Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Hanung Bramantyo mengatakan nilai universal adalah salah satu hal penting dalam sebuah film.
"Film-film yang bagus, film-film yang banyak ditonton itu adalah film-film yang mencerminkan kehidupan dengan masalah yang universal, terlepas dari suku maupun daerah (latar dari film tersebut)," kata Hanung dalam jumpa pers secara virtual, dikutip Selasa (7/6).
Lebih lanjut, sutradara Ayat-ayat Cinta (2008) itu mengatakan, nilai tersebut bisa didapatkan melalui kedekatan cerita dengan penonton maupun pembuat filmnya.
Baca juga: Film 'Bias' Karya Hanung Bramantyo Tembus Lebih dari 1 Juta Views
Bagi Hanung, film harus bisa membuat keterkaitan (related) dengan penonton, masyarakat, dan budaya masyarakat, sehingga penonton akan merasa bisa terhubung dengan film yang ia tonton.
Maka dari itu, Hanung mengatakan penting bagi pembuat film dan seniman untuk peka akan lingkungan sekitarnya.
"Seniman, termasuk filmmaker, harus peka terhadap situasi sosial, perkembangan zaman, tema, dan isu sosial yang ada di sekitarnya. Buat saya, seorang filmmaker tidak boleh apolitis, asosial, dan ahistoris. Mereka harus peka melihat situasi," ujar sutradara Bumi Manusia (2019) itu.
Cerita yang dekat, bagi Hanung, adalah cerita yang apa adanya dan tidak perlu mengada-ada.
Selain itu, ia berpesan kepada para pembuat film muda untuk tidak terjebak pada stereotip -- baik untuk cerita maupun karakter-karakter di cerita tersebut.
"Karakter-karakter yang akan kita suguhkan, meskipun kita mengambil stereotyping, kita bisa bermain ke konfliknya -- bagaimana cara lakon utamanya menghadapi masalah. Jangan sampai kita terjebak dengan hal yang paling mudah, meskipun mungkin tanpa kita sadari kita melakukan hal tersebut (ketika membuat film)," jelas Hanung.
"Alam stereotyping itu memang sudah ada di bawah alam sadar kita menyusul tayangan-tayangan yang kita konsumsi, membuat kita menjadi malas mengeksplor. Sehingga, kita harus kreatif, karena itu adalah tuntutan kita sekarang seiring dengan adanya media sosial, gadget, dan lainnya," imbuhnya.
Kepada para pembuat film muda, sutradara Satria Dewa: Gatotkaca (2022) tersebut mengatakan tidak perlu ragu memulai membuat film, yang bisa dimulai dengan membuat film pendek terlebih dahulu.
Menurut Hanung, banyak sineas yang memulai perjalanan dan karier di dunia sinema melalui produksi film pendek.
"Banyak filmmaker di dunia mengawali (karier) dari film pendek. Namun, perlu diingat bahwa film pendek bukanlah jenjang karier. Film pendek itu seperti (wadah) kita curhat, itu medium yang sangat personal dan dekat dengan pembuatnya, dan tidak terlalu banyak aturan teknis," kata Hanung.
"Film pendek menjadi karya personal, yang dimana ketika kita punya kegelisahan bisa dituangkan ke sana. Buat saya, film pendek sekarang ini menjadi wahana yang cukup representatif untuk kita mengeluarkan gagasan dan membuat kita terus eksis dan profesional," pungkasnya. (Ant/OL-1).
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved