Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGELA Gilsha Panari mengatakan dirinya memanfaatkan platform media sosial Instagram untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan alam dan Bumi kepada para pengikut (followers) atau penggemar.
"Penting banget media sosial itu untuk kasih tahu ke orang-orang yang ada di sekitar kita bahwa menjaga lingkungan itu sangat penting," kata Angela dalam webinar bersama The Body Shop secara virtual, Senin (30/5).
Angela mengatakan ia ingin agar para pengikutnya dapat menyadari bahwa kondisi Bumi saat ini sudah tidak baik-baik saja.
Baca juga: Rendy Pandugo dan Pamungkas Berkolaborasi di Single Friends
Menurut Angela, dirinya kerap membuat unggahan tanya-jawab Q&A atau bentuk unggahan lainnya tentang permasalahan sampah dan perubahan iklim. Berdasarkan pengalamannya, masih banyak orang yang belum menyadari hal tersebut.
Ia menegaskan perubahan iklim merupakan permasalahan yang nyata terjadi di hadapan manusia.
Perubahan iklim, lanjut Angela, telah dirasakan banyak orang, ditandai dengan perubahan suhu yang semakin naik dan banjir yang terjadi di wilayah yang biasanya tidak pernah mengalami fenomena itu.
"Menurutku, sebagian besar itu (perubahan iklim) juga karena ulah manusia yang lebih memikirkan uang dibanding oksigen," tutur perempuan yang lahir dan besar di Bali itu.
Ketika pindah ke Jakarta, Angela mengamati dan menilai bahwa orang-orang kota metropolitan itu kebanyakan masih kurang memiliki kesadaran lingkungan. Kondisi tersebut berbeda dengan Bali yang masyarakatnya hidup dalam budaya lebih menghormati alam dan leluhur.
"Orang Bali itu percaya dengan leluhur atau nenek moyang. Di lokasi manapun itu, pasti ada leluhur mereka dan mereka harus hormat sama leluhur. Makanya di Bali itu di mana-mana bersih," ujar Angela.
Berkaitan dengan permasalahan lingkungan, Angela sendiri telah menerapkan gaya hidup keberlanjutan (sustainable) melalui hal-hal sederhana dalam kesehariannya. Kebiasaan ini terbangun secara perlahan-lahan sejak kecil melalui kedekatan keluarga dengan alam dan aksi membersihkan pantai yang ia lakukan ketika masih bersekolah.
"Jadi, ilmu itu terbawa ketika aku pindah ke Jakarta," tuturnya.
Adapun gaya hidup keberlanjutan yang ia terapkan termasuk selalu membawa botol minum sendiri ke manapun pergi untuk menghindari konsumsi botol plastik sekali pakai.
Tas belanja yang dapat digunakan berkali-kali, kata Angela, sudah menjadi sebuah kewajiban baginya.
Bahkan, ketika ia lupa membawa tas belanja di supermarket, ia tetap menolak plastik dan menenteng barang-barang dengan tangannya sendiri walau harus mengeluarkan tenaga ekstra.
Di rumah, ia berusaha meminimalkan sampah kamar mandi dengan menggunakan kain lap, menggunakan makeup remover pads yang ramah lingkungan dan menstrual pads berbahan kain, hingga menggunakan sampo dan sabun batangan, serta cottonbuds dan sikat gigi berbahan bambu.
Untuk mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan, Angela berpendapat hal pertama dimulai dari mengembangkan pola pikir mengenai gentingnya permasalahan lingkungan. Sebagai contoh, ketika ia diberi botol plastik sekali pakai, Angela akan berpikir panjang sebelumnya.
Sebelum menerima botol plastik tersebut, Angela mengatakan dirinya sadar tidak mengetahui muara sampah botol plastik yang ia konsumsi itu dan apabila bernasib buruk maka botol plastik hanya akan menumpuk bersama sampah-sampah yang lain yang akan terpendam mungkin hingga ratusan tahun.
"Aku mikirnya panjang banget sebelum aku minum satu botol ini. Jadi dari mindset itu kita bangun, kita haru berpikir langkah ke depannya sebelum kita mau melakukan sesuatu," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Anak di bawah usia 16 tahun tetap dapat berkarya di media sosial, namun sebaiknya menggunakan akun milik orang tua, bukan akun pribadi.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Paparan media sosial yang terlalu dini berisiko mengganggu regulasi emosi, pembentukan identitas diri, hingga menurunkan kualitas interaksi sosial nyata.
Pemerintah panggil Meta dan Google karena melanggar aturan perlindungan anak. Sanksi administratif hingga pemblokiran akses siap diberlakukan.
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Instagram resmi hapus enkripsi end-to-end (E2EE) mulai 8 Mei 2026. Simak alasan Meta, dampak privasi, dan cara amankan data chat Anda sebelum dihapus.
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan Downdetector, laporan mulai meroket sejak pukul 07.40 WIB. Skala gangguan ini cukup luas, mencakup pengguna di Amerika Serikat, Eropa
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved