Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Iko Uwais merasa bersyukur bisa menjalani puasa di bulan Ramadan dan momen ulang tahun bersama keluarganya di Indonesia. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun lalu, saat dirinya harus mengerjakan proyek di di luar negeri.
"Pas ulang tahun, beberapa tahun ke belakang, memang tidak bareng sama keluarga, di lokasi kerja semua. Pas kemarin ulang tahun masih di negara orang, di Bangkok. Tetapi sekarang puasa, ulang tahun dua tahun ke belakang ada di rumah, jadi masih bisa sama keluarga," kata dia di sela sebuah acara yang digelar daring dan offline, dikutip Selasa (5/4).
Berbicara pengalamannya bekerja dengan aktor-aktor asing, sebut saja Sylvester Stallone melalui film The Expendables 4, beberapa waktu lalu, Iko mengatakan sosok mereka hangat dan terbuka.
Baca juga: Hidangan Wajib Pilihan Tike Priatnakusumah saat Buka Puasa
"Pengalaman saya dalam beberapa proyek di negara lain bukan hanya kami berkompetisi sebagai aktor dari mana, malah mereka sangat hangat dan terbuka, untuk bisa berbagi rasa dan chemistry," tutur suami penyanyi Audy Item itu.
Sebagai aktor yang juga ahli bela diri pencak silat, Iko memiliki prinsip sendiri dalam menjalani kariernya. Ketika ditanya apa prinsip itu, dia menyebutkan sikap, etika, akhlak dan menunjukkan totalitas sebagai pekerja keras.
"Kerja keras, pantang menyerah dan pantang dibilang capek. Minimal mengeluarkan energi positif jadi utama," kata dia.
Menurut Iko, memulai memang menjadi hal paling berat. Dia mengibaratkan, menghitung angka 1-100 termasuk mudah, tetapi dari 0 ke 1 itu begitu sulit.
Dia pun berpesan pada anak-anak muda untuk berani memulai, berani lelah dan tetap aktif sekalipun saat ini dunia masih dilanda pandemi covid-19.
"Jadi, dari sendiri value untuk anak-anak muda sekarang harus berani memulai, berani untuk capek. Harus aktif dan produktif. Anak muda dan produktif otomatis menghasilkan hasil yang sangat membanggakan bangsa," pungkas Iko. (Ant/OL-1)
Kampanye iklan luar ruang (Out of Home/OOH) berskala besar marak selama bulan Ramadan di sejumlah kota besar di Indonesia.
Secara umum, mereka yang masih memiliki kemampuan untuk berpuasa di kemudian hari tetap wajib melakukan qadha.
Program ini memberikan dampak nyata melalui dukungan kepada lebih dari 1.500 penerima manfaat, bantuan bagi 11 masjid dan surau, serta pemberdayaan 4 UMKM lokal.
Tahun ini, bantuan diberikan kepada para santri dan anak yatim yang bernaung di Yayasan Al Barkah, Yayasan Marhamatur Ridho, dan Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Al Hamd.
Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Kiat akting yang paling ditekankan Iko Uwais adalah menghilangkan keraguan, termasuk saat Aufa Assegaf diminta melakukan adegan laga di film Timur.
Adjustment yang dimaksud Iko sering terjadi karena kondisi set di lokasi yang mungkin tidak mendukung gerakan koreografi awal, sehingga memerlukan perubahan di menit-menit terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved