Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Jung Woo, yang dikenal karena berperan dalam drama Reply 1994 (2013), kembali muncul di layar lebar lewat film baru Hot Blooded, yang akan tayang di bioskop Korea Selatan (Korsel) pada 23 Maret.
Ia mengaku ingin melepaskan diri dari citra 'laki-laki lucu' yang tersemat pada dirinya setelah banyak memerankan karakter yang ceria.
Lewat Hot Blooded, Jung Woo ingin menampilkan sisi ketangguhan dan karismatik dengan berperan sebagai gangster.
Baca juga: Teaser Trailer Film Satria Dewa: Gatotkaca Dirilis
"Di masa lalu, saya kebanyakan memainkan karakter yang ceria dan unik. Kali ini, saya dapat menunjukkan citra laki-laki yang sangat tangguh dengan mengambil peran utama dalam cerita yang sebagian besar bersifat maskulin," katanya, dikutip dari The Korea Times, Kamis (24/2).
Film noir-aksi Hot Blooded merupakan film adaptasi dari novel karangan Kim Un berjudul sama. Selain Jung Woo, film itu juga dibintangi Kim Kap-soo, Choi Mu-sung, dan Ji Seung-hyun.
Hot Blooded mengambil latar tempat di kota kumuh dekat kota pelabuhan Busan. Film ini bercerita tentang gangster Hee-su (Jung Woo), yang tanpa disadari terlibat dalam perang geng yang brutal.
"Awalnya, saya tidak begitu tertarik dengan cerita ini karena saya sudah pernah memerankan karakter seperti ini sebelumnya seorang gangster dari Busan yang menggunakan dialek Busan," kata Jung Woo.
Menurutnya, bagian yang paling menantang saat bermain di Hot Blooded adalah tekanan untuk tetap setia pada karakter dan membuktikan dirinya sebagai aktor utama.
"Sulit karena saya harus menemukan cara untuk menciptakan kehidupan tanpa menyalinnya dari karakter di film noir-aksi lain atau mengulanginya sendiri. Dalam setiap pengambilan adegan, saya bertindak berbeda," katanya.
Hot Blooded disutradarai oleh Cheon Myoung-kwan, yang membuat debut penyutradaraan film panjangnya melalui film ini. Cheon mengaku sang penulis novel telah memberinya inspirasi untuk menggali lebih dalam cerita tersebut menjadi sebuah film.
"Kim adalah teman baikku. Bahkan sebelum dia mulai menulis novel, penulisnya menceritakan kepadaku cerita berlatar di kota kumuh dekat kota pelabuhan Busan dan melihat penduduk diusir dari rumah mereka. Akulah yang mendorongnya untuk menulis buku tentang itu," kata Cheon.
Sementara itu, aktor Kim Kap-soo mengaku tertarik dengan cerita yang disajikan film ini. Menurutnya, peran yang ia mainkan bukan seperti tipikal bos kriminal yang sering muncul di film-film noir-aksi lainnya.
"Naskah untuk Hot Blooded berbeda. Sama sekali tidak terdengar seperti film kekerasan. Film ini menyoroti sisi manusiawi dari gangster," ujarnya. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa saja pemain film Korea Pavane di Netflix? Simak profil Go Ah-Sung, Moon Sang-Min, hingga Byun Yo-Han dalam adaptasi novel Pavane for a Dead Princess.
Drama The Art of Sarah ramai dibahas. Ternyata ceritanya terinspirasi skandal jam tangan palsu Vincent & Co yang mengguncang Korea Selatan 2006.
The Art of Sarah tembus Top 10 Global Netflix dan duduki posisi 3 serial non-Inggris. Raih 3,8 juta penonton dan trending di 38 negara.
Simak kronologi SEAblings vs Knetz yang memicu seruan boikot drakor. Ketahui alasan di balik solidaritas netizen Asia Tenggara melawan rasisme digital.
Tahun ini tampaknya menjadi panggung bagi karakter-karakter kompleks, mulai dari sosiopat yang manipulatif hingga pengacara dengan konflik moral yang mendalam.
Serial drama Korea Our Universe mengisahkan dinamika dua ipar yang terpaksa mengesampingkan perbedaan karakter demi membesarkan keponakan mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved