Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DUO elektronik peraih nominasi penghargaan Grammy Odesza kembali dengan single pertama mereka setelah sempat hiatus selama empat tahun, The Last Goodbye, yang turut menampilkan penyanyi ternama blues dan soul peraih 5 nominasi penghargaan Grammy, Bettye LaVette.
The Last Goodbye pertama ditulis saat duo beranggotakan Harrison Mills dan Clayton Knight itu mendengar lagu Let Me Down Easy dari Bettye LaVette, yang dirilis pada 1965.
Terkesima dengan kekuatan suara dari musisi yang masuk ke Blues Hall of Fame tersebut, Odesza kemudian mendekonstruksi dan membangun ulang lagu tersebut dengan lapisan synth sinematik dan nuansa musik elektronik modern untuk melengkapi keindahan vokal Bettye, yang dijuluki The New York Times sebagai salah satu penerjemah musik soul terhebat di generasinya.
Baca juga: Perform Tunggal, Adinda Marsya Siapkan Kejutan Untuk Fans DJ di Yogyakarta
The Last Goodbye diputar perdana di The Zane Lowe Show di Apple Music yang sekaligus mengonfirmasi era terbaru Odesza setelah mereka sempat meninggalkan sejumlah petunjuk penuh teka-teki di situs mereka selama beberapa hari terakhir ini yang sukses membuat penggemar mereka di seluruh dunia bertanya-tanya.
Mengenai single terbaru mereka, Odesza mengatakan, “Lagu ini lahir dari ide untuk membawa lagu-lagu ikonik seperti Let Me Down Easy dari Bettye LaVette yang dirilis pada 1965 ke ranah musik elektronik modern dan kontemporer. Konsep menyatukan dua dunia yang sangat berbeda selalu menarik perhatian kami."
"Kami merasa sangat terhormat dapat menggunakan vokal Bettye dalam pengerjaan lagu ini. Ia dapat mengekspresikan emosinya melalui performa vokalnya yang tiada duanya. Hingga saat ini, lagu ini menjadi salah satu lagu paling memuaskan yang pernah kami buat sebagai seorang musisi. Kami harap semua yang mendengarkan dapat menikmati lagu ini seperti kami menikmati proses pembuatannya,” lanjut duo itu.
Harrison Mills dan Clayton Knight mulai membuat musik bersama saat mereka kuliah di Washington, Amerika Serikat. Album perdana mereka, Summer’s Gone, dirilis pada 2012 dan mendapatkan sambutan yang hangat dari industri musik.
Pada 2014, album ke-2 mereka, In Return, dirilis dan disertifikasi gold serta debut di posisi #1 chart Billboard Dance/Elektronik yang turut menampilkan single Say My Name — remix versi RAC kemudian mendapatkan nominasi penghargaan Grammy pada 2016.
Album ke-3 mereka, A Moment Apart yang dirilis pada 2017, turut mendapatkan sertifikasi gold dan mendapatkan dua nominasi penghargaan Grammy untuk Best Dance/Electronic Album dan Best Dance Recording untuk single Line Of Sight. Album tersebut duduk di posisi #2 chart UK Dance Album Top 40 dan posisi #2 di chart Electronic iTunes di Inggris serta sukses debut di posisi #3 chart Billboard Top 200 Albums.
Sepanjang perjalan karier mereka, Odesza telah tampil di berbagai belahan dunia termasuk di berbagai tempat konser ternama seperti O2 Academy Brixton, O2 Forum Kentish Town dan KOKO, Zenith Paris, Astra Berlin, dan The Staples Center di Los Angeles.
Mereka juga telah tampil sebagai penampil utama di sejumlah festival ternama dunia termasuk Coachella, Lollapalooza, Austin City Limits, Bonnaroo, dan salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara, We The Fest, yang diselenggarakan di Jakarta.
Sebagai penulis lagu, produser, dan remixer, Odesza telah berkolaborasi dengan berbagai musisi termasuk SIA, Little Dragon, Leon Bridges, Regina Spektor, Charli XCX, Hayden James, dan Zhu.
Pada 2018, Mills dan Knight berkolaborasi dengan produser ternama Australia, Golden Features (Tom Stell), untuk proyek baru bernama BRONSON.
Album debut mereka dirilis pada Juli 2020 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para pencinta musik.
Sejumlah musisi turut ditampilkan di album tersebut termasuk Totally Enormous Extinct Dinosaurs, lau.ra, dan Gallant. Musik dari album debut mereka mendapatkan treatment remix dari produser-produser musik elektronik ternama seperti HAAi, TSHA, Krystal Klear, Prospa, Skream, dan O’Flynn. Hingga hari ini, katalog musik Odesza telah berhasil mengumpulkan lebih dari 4.8 MILIAR stream. (RO/OL-1)
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Single Heavier, yang dirilis Jumat (30/6) menjadi cuplikan dari EP mereka mendatang yang memadukan komposisi simfonik dan luar biasa Odesza dan nuansa alterna-folk psikedelik Yellow House.
"To Be Yours sebenarnya sudah kami mulai buat di akhir 2018. Kami suka dengan idenya namun kesulitan menemukan vokal yang tepat, sampai akhirnya menemukan Claud."
Remix Hayden James terbaru ini turut melanjutkan momentum besar album The Last Goodbye, yang menjadi salah satu rilisan elektronik paling dirayakan selama 2022.
Penuh nuansa nostaljik namun tetap membawa semangat kekinian, The Last Goodbye menjadi sebuah pengalaman sonik yang luas dengan pembahasan seputar antar-hubungan dan kenangan.
Lewat Better Now Odesza telah menciptakan sebuah karya penuh tekstur yang membawa semua pendengarnya ke alam pikiran mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved