Rabu 15 September 2021, 10:30 WIB

Serial DP Picu Perdebatan Soal Wajib Militer di Korsel

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Serial DP Picu Perdebatan Soal Wajib Militer di Korsel

Instagram @netflixid
Proses syuting serial drama Korea DP

 

SERIAL drama Korea DP, yang tayang di Netflix, memicu kembali perdebatan di Korea Selatan (Korsel) mengenai sejarah skandal pelecehan di militer serta kebijakan wajib militer bagi laki-laki muda.

DP atau kependekan dari Deserter Pursuit telah menjadi salah satu serial televisi populer di Korsel sejak ditayangkan perdana, akhir Agustus lalu.

Serial itu bercerita tentang polisi militer yang ditugaskan menangkap desertir atau prajurit yang meninggalkan ketentaraan tanpa izin sekaligus menyoroti kehidupan sehari-hari saat wajib militer, termasuk pelecehan mental dan fisik dari tentara lain.

Baca juga: Steven Yeun Mengaku Tolak Peran karena Terlalu Mirip Karakternya di The Walking Dead

Sutradara Han Jun-hee mengatakan dirinya berusaha menceritakan kisah yang memanusiakan tentang bagaimana sistem tersebut membuat para desertir menjadi korban dan penjahat, serta kerugian yang ditimbulkan bagi mereka yang terpaksa melakukan perburuan.

"DP adalah kisah tentang melacak seorang pembelot. Tetapi, pada saat yang sama, ini adalah kisah paradoks mencari putra, saudara, atau kekasih seseorang yang malang," kata Han melalui sebuah pernyataan surat elektronik (surel), dikutip Rabu (15/9).

Terkait popularitas serial tersebut, seorang juru bicara kementerian pertahanan mengatakan, saat ini, lingkungan militer telah berubah dan kementerian telah mencoba memberantas pelecehan serta perlakuan kasar.

Pekan lalu, militer Korsel mengumumkan pihaknya berencana menghapus sistem yang memungkinkan tentara berpangkat tinggi dapat melacak prajurit yang melakukan desersi, bahkan rencana ini telah ada sebelum serial DP tayang. Perubahan itu mulai berlaku pada Juli 2022.

Reaksi terhadap serial DP di antara mantan wajib militer beragam. Beberapa orang mengatakan serial tersebut mencerminkan pengalaman mereka, sementara yang lain mengatakan penggambaran pelecehan berlebihan dan beberapa tidak menonton serial DP untuk mencegah ingatantraumatis muncul kembali.

"Ada adegan di DP saat mereka melempar sepatu tempur (ke tentara). Saya mengalami banyak pelecehan serupa. Sekarang saya melihat ke masa lalu, saya merasa itu tidak adil, tetapi kala itu hal demikian sangat umum," kata Ma Joon-bin yang mengikuti wajib militer antara 2013 dan 2014.

Lee Jun-tae, yang bertugas pada 2017 hingga 2019, mengatakan dirinya tidak pernah mengalami atau mendengar rekan lain yang mengalami pelecehan selama wajib militer.

"Tidak ada perlakuan kasar selama saya hidup," katanya.

Pekan lalu, politikus Lee Jae-myung menyebut cerita dalam serial DP sebagai sejarah barbar Korsel.

Sementara politikus partai oposisi Hong Joon-pyo mengatakan dirinya pernah mengalami kekejaman sebagai seorang tentara dan berjanji mempertimbangkan kembali wajib militer sukarela.

Sementara itu, kritikus budayawan pop Kim Hern-sik, yang pernah menjabat sebagai DP, mengatakan upaya untuk mengakhiri wajib militer tidak akan menyelesaikan semua masalah jika budaya militer yang lebih luas tidak ikut berubah.

"Selama ada dinas militer, apakah sistem wajib militer atau sukarela, masalah tidak dapat dihindari dengan satu atau lain cara," kata Kim. (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Antara/Dewi Fajriani.

RS PON Bantah Tukul Arwana Stroke akibat Vaksinasi Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 14:14 WIB
KIPI yang biasa terjadi akibat vaksinasi, kata dr. Mursyid, di antaranya demam beberapa hari hingga rasa nyeri di bekas...
Instagram @ninokayam

Nino Kayam Kenang Mendiang Ayah Lewat Nikmati Rindunya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 24 September 2021, 12:14 WIB
Single Nikmati Rindunya menjadi semacam eksplorasi curahan hati sekaligus kerinduaan dari seorang Nino yang telah ditinggalkan...
AFP/ANGELA WEISS

Dave Grohl Pastikan Nirvana tidak Pernah Berharap Banyak dari Smells Like Teen Spirit

👤Anggi Putri Lestari 🕔Jumat 24 September 2021, 11:31 WIB
“Saya pikir semua orang lebih fokus pada lagu-lagu seperti 'In Bloom' atau 'Lithium' atau 'Breed'; tidak ada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya