Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyanyi Chiki Fawzi merilis single terbarunya tahun ini lewat lagu berjudul "Bandara" yang merupakan sebuah lagu pop syahdu dengan sentuhan nuansa '80 dan '90an, dan menceritakan tentang kehidupan menurut pandangannya.
Chiki melalui keterangannya, Rabu (25/8), mengatakan, lagu ini ia ciptakan ketika sedang terdampar berjam-jam di sebuah bandara saat ia hendak melakukan perjalanan di tahun 2019.
"Chiki melihat bandara yang bagaikan miniatur kehidupan. Tempat persinggahan semata, bukan tempat menetap. Ada yang pulang dan ada yang pergi jauh. Lagu ini juga secara tidak langsung menceritakan tentang kekhawatiran dan ketakutan manusia akan dunia dan rencana kehidupan yang tak menentu," kata Chiki.
"Sangat relatable dengan kekhawatiran dan ketidakpastian yang kita rasakan dikarenakan pandemi ini," imbuh putri dari pasangan selebriti Ikang Fawzi dan Marissa Haque tersebut.
Sementara, video musik "Bandara" dibuat oleh Yogie Gandanaya dan diedit oleh Andika Nugraha. Menggabungkan kumpulan video-video kiriman teman-teman yang menggambarkan fragment of life. Proses pengumpulan video dilakukan pada awal pandemi setahun silam.
"Konsepnya sendiri menceritakan tentang hidup adalah kumpulan hari, yang tergambar dari potongan video kegiatan dan kehidupam orang-orang selama masa pandemi," kata dia.
"Kegiatannya sangat beragam, ada yang menggambarkan kesendirian, kehangatan keluarga, keceriaan di tengah terpaan cobaan dunia, dan bagaimana cara setiap orang bertahan memperjuangkan kewarasan masing-masing di tengah pandemi," ujarnya menambahkan.
Dengan latar belakang Chiki bernyanyi diantara kumpulan video fragment of life tersebut, video ini menurut Chiki sangat pas untuk menemani kesyahduan makna musik dan lirik "Bandara".
"Bahwa hidup itu bagaikan bandara, tempat singgah semata," katanya.
"Bandara" diciptakan dan ditulis liriknya oleh Chiki dengan diproduseri oleh Binsar Tobing (Costaroy, Float). Artworknya sendiri dikerjakan oleh ilustrator Anisa Azalia dan Chiki, dan akan dijadikan berbagai merchandise fashion yang bisa didapatkan di instagram @chikigo.id. (Ant/OL-12)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Jingle perusahaan merupakan instrumen promosi, bukan komersial.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPOTIFY resmi merilis Wrapped 2025 untuk para pendengar di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Spotify Wrapped merangkum perjalanan mendengarkan musik dan podcast
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved