Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Masih dengan sentuhan magis lagu yang bernuansa India sekaligus Indonesia, Bella Fawzi kembali menyapa penikmat musik Indonesia dengan single terbarunya ‘Penari di Hatiku’. Lagu ini sebenarnya masuk ke dalam EP milik Bella Fawzi yang dirilis tahun 2020 silam berjudul “Kembali Ke Akar”. Single ini menjadi single yang menyusul ‘Rama Shinta’ , ‘Ratapan Rahwana’ (feat.Asteriska) , 'Apsara' (feat. Chiki Fawzi)yang telah dirilis oleh Bella sebelumya. Lagu ini ternyata telah diciptakan oleh Bella saat dirinya sedang berkuliah. Namun, karena Bella merasa lagu ini dapat membawa kebahagian untuk dirinya, dia memutuskan untuk merampungkannya ke dalam sebuah lagu yang utuh.
Sosok Penari yang coba ditampilkan oleh Bella dalam lagu ini sebenarnya adalah sebuah kiasan yang menunjuk pada sesuatu atau seseorang yang selalu membuat kita bahagia atau bersemangat dalam kehidupan. Karena, menurut Bella, Penari selalu identik dengan sesuatu yang indah dan membuat bahagia, maka dipilihlah nama ‘Penari di Hatiku’ sebagai judul lagu ini. Oleh karena itu, dengan dirilisnya single ini, Bella berharap karyanya bisa dinikmati dan membuat siapapun bahagia saat mendengarnya.
Lagu ini juga dirilis dalam bentuk Video Musik. Bella memang tergolong musisi yang tetap berusaha menampilkan warisan kebudayaan dalam dirinya, yaitu India dan Indonesia. Itu jugalah yang tertuang dalam video musik lagu ‘Penari di Hatiku’. Dalam Video Musik, Bella terlihat menyanyikan lagu ini sambil meliuk-liuk bagaikan seorang penari yang menarikan Tari Kathak dari India dan Tari Bali dari Indonesia. Saat pembuatan video musik ini, menurut Bella sangat menyenangkan karena teman-teman terdekatnya juga ikut terlibat dalam pembuatannya.
Tentu, ini merupakan langkah baru untuk Bella kembali memperkuat perjalanannya di industri musik Indonesia. Diapun menjanjikan untuk terus memberikan karya yang semakin berkembang dari waktu ke waktu. (OL-12)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Jingle perusahaan merupakan instrumen promosi, bukan komersial.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPOTIFY resmi merilis Wrapped 2025 untuk para pendengar di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Spotify Wrapped merangkum perjalanan mendengarkan musik dan podcast
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved