Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA desainer asal Aceh merasa bangga memamerkan karya mereka di Muslim Fashion Fest (Muffest) 2024. Pencapaian mereka itu berkat bantuan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) yang telah memfasilitasi seluruh kebutuhannya.
“Alhamdulillah kesan selama dapat memamerkan desain saya di Muffest itu perasaannya luar biasa. Saya merasa sangat senang dan diberi kesempatan oleh AMANAH dapat menampilkan desain-desain saya,” kata salah seorang desainer Aceh, Cut Junischa, dikutip Selasa (13/8)
Ia merupakan satu dari 12 desainer yang dibawa oleh AMANAH khusus untuk mengikuti peragaan busana di Muffest 2024. Acara tersebut digelar di Istora Senayan Jakarta pada 8-11 Agustus 2024.
Cut menjelaskan karyanya kali ini berjudul Kemala Cahaya yang terinspirasi seorang prajurit perempuan pada masa Kesultanan Aceh pimpinan Sultan Iskandar Muda. Hal itu dinilai sebagai bentuk emansipasi di Aceh yang sudah terjadi sejak masa lalu.
“Kemala Cahaya itu tersebut adalah nama dari prajurit wanita yang mengawal pada masa Sultan Iskandar Muda. Hal ini menginspirasi saya bahwa pada masa Aceh sejak dahulu tidak membeda-bedakan gender,” ujarnya.
Selain Cut, ada pula desainer asal Aceh lainnya. Yakni, Amira Vanisa, Muchlisin, Nabila Fatin Jannata, Najwa Anjani, Tasya Aureliya, Asmayanti, Azzahra Fadhilah, Khairatul Masyhurah, Yayang Revia, Zikra Ulfa dan Khairul Fajri Yahya.
Koleksi busana mereka diberi tema “The Reign of Sultan: The Great Story of Aceh”. Tema tersebut terinspirasi dari masa kejayaan Kesultanan Aceh pimpinan Sultan Iskandar Muda yang menjadi era paling berpengaruh dan dihormati dalam sejarah.
Kekayaan budaya Aceh yang memikat dan anggun terlihat dari koleksi busana mereka. Perjalanan waktu ditunjukkan melalui karya-karyanya yang dijelaskan melalui tiga kata: Militer, Trade, Islamic Revolution.
Karya para desainer binaan AMANAH mendapatkan apresiasi yang tinggi dari berbagai pihak di festival tersebut. Cut berharap pencapaian itu bisa diikuti oleh generasi muda di Aceh melalui program di AMANAH.
“Terima kasih telah memberi kesempatan dan wadah yang besar untuk anak muda seperti Muffest ini bisa menampilkan karya saya dan terima kasih yang besar kepada AMANAH untuk memberi kesempatan anak muda dan desainer Aceh untuk bisa eksplorasi lagi dan mengenal fashion desain di kancah nasional,” tuturnya.
Mengikuti ajang tersebut jadi pengalaman berharga bagi seorang desainer asal Aceh lainnya yang bernama Muchlisin. Menurutnya, masih banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan dari para pemuda di Aceh.
“Harapannya untuk AMANAH, semoga nantinya bisa lebih banyak lagi (menjaring) potensi-potensi anak muda Aceh. Dikembangkan baik itu dari fashion maupun bidang lainnya,” tuturnya.
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Menariknya di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sekarang lahir ide baru dan patut diacungkan jempol. Ini bisa jadi inovasi untuk menyikapi dunia pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved