Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pos Indonesia Pegang Peran Kunci Sukseskan Inacraft 2026

Naufal Zuhdi
08/2/2026 16:13
Pos Indonesia Pegang Peran Kunci Sukseskan Inacraft 2026
Pos Indonesia hadir di Inacraft 2026.(Pos Indonesia)

Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan. Di balik target transaksi Rp102 miliar dan 100 ribu pengunjung, terdapat tantangan mendasar bagi UMKM: bagaimana memastikan produk yang terjual benar-benar sampai ke pembeli dan terus bergerak di pasar setelah pameran usai. Dalam konteks inilah, peran Pos Indonesia menjadi krusial.

Sebagai Official Logistic Partner Inacraft 2026, Pos Indonesia melalui brand PosAja! hadir bukan hanya sebagai penyedia jasa pengiriman, melainkan sebagai penghubung antara kreativitas perajin dan realitas pasar. Kehadiran PosAja! memastikan bahwa keterbatasan logistik tidak menjadi penghalang bagi UMKM untuk menjual produknya secara lebih luas.

Pembukaan Inacraft 2026 yang dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama istri Selvi Gibran Rakabuming selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), menegaskan dukungan negara terhadap UMKM kriya dan wastra. Namun, dukungan kebijakan tersebut memerlukan infrastruktur nyata agar berdampak langsung pada pelaku usaha, salah satunya melalui logistik yang andal.

Senior Vice President Retail Business Divisi Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Helly S Halimah, menegaskan bahwa fungsi Pos Indonesia dalam Inacraft tidak berhenti pada pengiriman paket. PosAja! dirancang untuk memberi rasa aman bagi penjual dan pembeli agar transaksi dapat dilakukan tanpa hambatan.

“Hadirnya PosAja! sebagai official logistic partner Inacraft adalah bentuk komitmen kami. Produk yang ditransaksikan di sini harus sampai ke tujuan. Seller bisa fokus jualan, customer bisa belanja lebih banyak, urusan kirim kami yang tangani,” ujar Helly.

Dengan jaringan lebih dari 11.500 titik layanan, ribuan loket pos, agen, dan drop point di seluruh Indonesia, Pos Indonesia memosisikan diri sebagai tulang punggung distribusi UMKM. Jaringan ini memungkinkan produk kriya dari berbagai daerah dikirim langsung dari lokasi pameran ke kota lain, bahkan ke luar negeri.

Peran tersebut menjadi semakin penting karena banyak pelaku UMKM dan pengunjung Inacraft berasal dari luar Jakarta. Tanpa dukungan logistik yang memadai, potensi transaksi kerap terhambat oleh persoalan ongkos kirim, keterbatasan bagasi, hingga kerumitan pengiriman antardaerah dan lintas negara.

Pos Indonesia juga menjawab tantangan ekspor UMKM yang selama ini kerap dianggap rumit. Menurut Helly, banyak pelaku usaha belum memahami prosedur pengiriman internasional, mulai dari klasifikasi barang berbahaya, kebutuhan karantina, hingga perbedaan regulasi tiap negara.

“Kami tidak hanya mengirim. Tim kami mengawal dari awal sampai barang tiba. Beda negara beda perlakuan, dan itu sering tidak dipahami UMKM. Di sinilah kami hadir sebagai partner,” jelasnya.

Dalam kerangka yang lebih luas, Pos Indonesia mengembangkan PosAja! bukan semata sebagai layanan kurir, melainkan sebagai bagian dari ekosistem UMKM. Melalui PosAja! UMKM, pelaku usaha dapat membuka etalase daring, terhubung dengan sistem pengiriman, hingga memanfaatkan layanan penyimpanan barang.

Selama Inacraft 2026, fungsi tersebut diterjemahkan dalam layanan konkret, mulai dari diskon pengiriman hingga 10 persen, potongan tarif kargo, layanan same day Jabodetabek, serta kehadiran booth utama dan booth satelit PosAja! di area pameran. Aktivasi ini mendorong pelaku UMKM untuk langsung mengintegrasikan penjualan dengan sistem logistik.

Dampaknya terasa langsung di lapangan. Sejumlah pembeli mengaku berani membeli dalam jumlah besar karena tidak perlu repot membawa barang pulang. Sementara bagi pelaku UMKM, kepastian pengiriman meningkatkan kepercayaan diri untuk menjual produk bernilai tinggi.

Bagi Pos Indonesia, keberhasilan Inacraft tidak diukur dari jumlah paket selama pameran semata. Helly menegaskan, indikator utamanya adalah keberlanjutan penggunaan PosAja! oleh UMKM setelah acara selesai.

“Kami ingin UMKM tetap pakai PosAja! di kota asalnya, aktif di marketplace, dan membuka toko online. Inacraft kami jadikan batu loncatan, bukan tujuan akhir,” ujarnya.

Melalui peran tersebut, Pos Indonesia memosisikan diri sebagai lokomotif logistik yang menghubungkan kreativitas UMKM dengan pasar yang lebih luas. Inacraft 2026 mungkin akan berakhir dalam hitungan hari, tetapi arus paket yang bergerak dari JICC ke berbagai penjuru Indonesia dan dunia menjadi bukti bahwa logistik adalah fondasi nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya