Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Integrasi Tarif Tol JTCC Tekan Biaya Logistik Nasional

Rahmatul Fajri
12/2/2026 19:37
Integrasi Tarif Tol JTCC Tekan Biaya Logistik Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat komitmennya dalam memangkas biaya logistik nasional melalui optimalisasi Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC). Jalan tol sepanjang 34,76 km ini diproyeksikan menjadi urat nadi utama yang menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Dikelola oleh PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), JTCC kini telah beroperasi penuh dan terintegrasi dengan jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2). Kehadirannya diharapkan menjadi solusi atas kemacetan kronis di jalur logistik serta mempercepat waktu tempuh distribusi barang.

Plt. Direktur Utama CTP, Erwan Dwi Winanto, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus pada upaya integrasi tarif dengan ruas tol lain di Jakarta guna meningkatkan daya saing biaya angkut.

“Kami tengah mengupayakan integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain. Tujuannya untuk menciptakan tarif yang kompetitif guna mendukung efisiensi logistik serta memperluas aksesibilitas bagi pelaku usaha,” ujar Erwan melalui keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Untuk memaksimalkan layanan, CTP telah menyiapkan sejumlah proyek strategis di sepanjang trase JTCC. Salah satunya adalah pembangunan Rest Area & Logistic Hub di KM 92 yang dirancang sebagai pusat konsolidasi barang yang terintegrasi langsung dengan jalan tol.

Selain itu, Pelindo tengah menggarap proyek New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108. Jalur ini akan memberikan akses langsung bagi truk logistik menuju Terminal Kalibaru, sehingga kendaraan besar tidak perlu lagi melewati jalur arteri yang padat.

“Proyek NPEA di KM 108 akan menjadi solusi strategis untuk menghindari kemacetan di jalan umum dan mendorong efisiensi sistem distribusi barang dari kawasan industri Bekasi hingga Karawang,” tambah Erwan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto menegaskan bahwa integrasi koridor antara kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan adalah kunci efisiensi.

“Integrasi ini tidak hanya meningkatkan kelancaran pengiriman, tetapi juga membuka ruang penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau bagi pelaku usaha,” kata Mahendra. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya