Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menyiagakan seluruh layanan pemanduan kapal, penundaan, dan dukungan logistik secara maksimal guna mengantisipasi lonjakan arus kapal dan pengiriman barang.
Perusahaan menjamin operasional tanpa hambatan dengan sistem digital terintegrasi serta layanan pengaduan yang tersedia 24 jam.
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), memperkuat kesiapan operasional menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Langkah ini diambil seiring prediksi peningkatan signifikan arus penumpang kapal dan pengiriman logistik pada periode akhir tahun.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan. “Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik, baik dari segi sumber daya manusia, sarana pemanduan seperti kapal tunda dan kapal pandu, prasarana operasional, maupun dukungan sistem teknologi informasi,” ujarnya.
Patrick menambahkan, SPJM mengutamakan prinsip zero accident dan zero waiting time dalam layanan pemanduan dan penundaan kapal yang beroperasi 24/7.
Untuk memudahkan pelanggan, perusahaan menyediakan platform digital terintegrasi melalui aplikasi Phinisi yang terhubung dengan layanan Inaportnet. Pelanggan dapat memantau progres layanan hingga proses pembayaran secara real-time.
Guna menampung pengaduan dan masukan dari pengguna jasa, SPJM juga menyediakan layanan call center 24 jam melalui telepon (102), WhatsApp (0811-1552-102), dan email ([email protected]). “Kami ingin memastikan aktivitas di pelabuhan berjalan aman, lancar, dan tepat waktu, khususnya selama momen liburan panjang,” tambah Patrick.
Kesiapan SPJM ini diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional serta mobilitas masyarakat selama periode puncak akhir tahun, sekaligus memperkuat peran strategis perusahaan dalam ekosistem transportasi laut Indonesia.
Sebelumnya pelabuhan di wilayah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, yaitu Ambon, Makassar, Parepare, Balikpapan, dan Manado, diprediksi akan mencatat lebih dari 470 ribu pergerakan penumpang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Pelindo Regional 4 menyatakan kesiapan penuh mengantisipasi puncak arus kepelabuhanan pada musim libur Nataru. Berdasarkan data historis dan proyeksi 2025, terjadi tren peningkatan yang nyata.
Pelabuhan Ambon disebut sebagai penyumbang tertinggi mendekati 124 ribu penumpang. Menghadapi gelombang ini, Pelindo Regional 4 telah menyiagakan seluruh aspek operasional dan memperketat koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
"Kami telah menyiagakan seluruh aspek operasional 24 jam, mulai dari infrastruktur, fasilitas terminal, dermaga, hingga SDM. Tujuannya agar pelayanan tetap aman, nyaman, dan lancar," tegas Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, di Makassar.
Langkah antisipatif mencakup optimalisasi alur penumpang (embarkasi-debarkasi), peningkatan kebersihan terminal, dan penguatan koordinasi dengan KSOP, operator kapal, aparat keamanan, serta instansi terkait. (H-2)
Pelindo telah memetakan sejumlah pelabuhan yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang tertinggi selama mudik Lebaran tahun ini.
PANGLIMA TNI menetapkan siaga 1 melalui telegram yang dikirimkan beberapa waktu lalu. Komandan Komando Daerah Angkatan LautĀ melaksanakan penebalan keamanan di laut Jakarta.
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
ASOSIASI Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai kebijakan one way arus mudik secara nasional pada puncak mudik lebaran 18 Maret 2026 tidak terlalu berpengaruh pada angkutan logistikĀ
REI menilai dampak konflik Timur Tengah terhadap harga rumah di Indonesia relatif terbatas. Kenaikan biaya logistik diperkirakan hanya mendorong harga rumah sekitar 3,5%.
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Beban pengiriman akan overload menjelang Lebaran. Untuk menekan risiko keterlambatan, perusahaan menyatakan telah melakukan persiapan sejak awal
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved