Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan arus petikemas sebesar 299.891 TEUs hingga akhir Januari 2026, tumbuh 6,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 280.743 TEUs.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pelaku usaha serta efektivitas strategi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas terminal.
"Capaian ini selaras dengan arah transformasi Pelindo dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berdaya saing global. Kami fokus pada operational excellence dan digitalisasi untuk merespons dinamika perdagangan yang terus menguat," ujar Pramestie melalui keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Peningkatan volume petikemas ini dipicu oleh pertumbuhan signifikan di sejumlah wilayah operasi utama. Area Panjang (Lampung) mencatatkan lonjakan kinerja tertinggi sebesar 16 persen secara tahunan (year-on-year).
Menyusul di belakangnya, Area Tanjung Priok 1 mencatatkan kenaikan 10,2 persen, sementara Area Tanjung Priok 2 tumbuh 8 persen. Konsistensi ini mempertegas peran IPC TPK dalam menjaga kelancaran arus barang di pintu-pintu utama logistik Indonesia.
Kinerja positif pelabuhan ini juga didorong oleh performa perdagangan luar negeri Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai US$282,91 miliar atau tumbuh 6,15 persen. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 14,47 persen, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 21,01 persen.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026, IPC TPK mengoptimalkan fasilitas terminal dan memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
"Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan dan mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok," tutup Pramestie.
Sebagai informasi, IPC TPK saat ini mengelola layanan petikemas di enam wilayah strategis, meliputi Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Pontianak (Kalimantan Barat), Panjang (Lampung), Palembang (Sumatera Selatan), Teluk Bayur (Padang), dan Jambi. (H-2)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Plt. Direktur Utama CTP, Erwan Dwi Winanto, mengungkapkan pihaknya tengah fokus pada upaya integrasi tarif dengan ruas tol lain di Jakarta guna meningkatkan daya saing biaya angkut.
Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban warga yang aktivitas harian dan mobilitasnya terganggu akibat banjir.
Sinergi dan kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan (KSOP dan BPTD), ASDP, Pemprov Banten, Pemkot Cilegon, Polda Banten dan TNI AL Banten, serta instansi terkait.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved