Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

BI Dituntut Lakukan Intervensi Agresif untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Naufal Zuhdi
04/2/2026 09:53
BI Dituntut Lakukan Intervensi Agresif untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Ilustrasi(Antara)

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global. Ia menegaskan perlunya langkah yang lebih berani dan taktis dari Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang meningkat.

Menurut Misbakhun, kondisi global saat ini, mulai kebijakan high for longer The Fed hingga tensi geopolitik, menuntut respons kebijakan moneter yang tidak biasa. Ia menilai otoritas moneter tidak boleh pasif menunggu pasar menyesuaikan diri secara alami.

“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valas maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar," kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/2).

Misbakhun menyebut BI memiliki instrumen yang lengkap serta cadangan devisa yang memadai untuk memastikan rupiah tidak tertekan berlebihan hingga berdampak ke sektor riil dan daya beli masyarakat. Ia menambahkan, stabilisasi nilai tukar bukan semata persoalan pergerakan angka, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha. Karena itu, dirinya mendorong optimalisasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan instrumen pro-market lainnya untuk menarik kembali capital inflow sekaligus menahan capital outflow.

Di sisi lain, Misbakhun menggarisbawahi kuatnya fundamental ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding negara-negara peer yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, inflasi terjaga dalam sasaran, serta kinerja neraca perdagangan yang solid.

“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah ketidakpastian global yang menekan banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Ini modal besar yang harus terus dikapitalisasi, sembari BI meredam gejolak nilai tukar agar tidak mengganggu capaian ekonomi yang sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Misbakhun menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal dan mendukung langkah strategis BI dan pemerintah dalam bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya sinergi antarlembaga dinilai krusial untuk memitigasi risiko global dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya