Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyambut baik terpilihnya kepemimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah pengunduran diri sejumlah komisioner utama. Ia menekankan meskipun kini Dewan Komisioner OJK hanya diperkuat oleh delapan orang, integritas dan independensi lembaga otoritas keuangan tersebut harus tetap menjadi prioritas tertinggi.
"Saya yakin delapan komisioner ini mampu melanjutkan kepemimpinan di OJK dengan baik. Namun, fondasi utama adalah kepercayaan pasar. OJK harus tetap independen dan profesional dalam setiap pengambilan keputusan," ujar Said melalui keterangan tertulisnya, Minggu (1/2).
Saat ini, tampuk kepemimpinan OJK dijabat oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua merangkap Wakil Ketua OJK, serta Hasan Fawzi yang memegang kendali Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Said menegaskan bahwa independensi OJK adalah harga mati yang harus didukung penuh oleh pemerintah dan DPR. Ia meminta semua pihak membatasi diri untuk tidak mencampuri ranah kewenangan OJK maupun Bank Indonesia.
Secara teknis, Said mendorong OJK memberikan porsi lebih besar pada kebijakan free float. Ia mengapresiasi langkah OJK yang menaikkan batas free float dari 7,5% menjadi 15% pada Februari 2026 ini dan berharap kebijakan tersebut diperluas secara bertahap.
"Kita juga perlu transparansi penuh terkait siapa pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) dari emiten yang melantai di bursa. Ini penting agar lembaga pemeringkat seperti MSCI bisa menakar risiko emiten dengan akurat," tambahnya.
Terkait kejahatan di pasar modal, Said menekankan bahwa kendali penegakan hukum terhadap aksi goreng saham harus sepenuhnya berada di bawah komando OJK. Hal ini dilakukan guna mencegah distorsi harga saham yang tidak wajar sekaligus menjaga wibawa OJK sebagai otoritas tertinggi.
Selain itu, Said mendukung penuh rencana OJK untuk mengatur ketat kerja sama perusahaan efek dengan pegiat media sosial atau influencer dan penyedia jasa teknologi. Ia mendesak agar kedua pihak tersebut wajib memiliki sertifikasi dari OJK.
"Media sosial sering dimanfaatkan untuk membangun opini yang bisa menjadi bagian dari sindikasi goreng saham. Ini merugikan konsumen, maka sertifikasi diperlukan untuk memastikan kepatuhan dan etika," kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.
Di sektor keuangan lainnya, Said menyoroti risiko spekulasi tinggi dari penempatan iuran pemegang polis asuransi di pasar saham yang mencapai 20%. Ia mengingatkan bahwa kegagalan pembayaran di sejumlah perusahaan asuransi seringkali bersumber dari manajemen portofolio yang berisiko.
Lebih lanjut, Said meminta OJK merumuskan peran penyangga likuiditas yang jelas terkait penempatan dana pensiun pada instrumen saham dan obligasi. Menurutnya, fluktuasi nilai portofolio akibat keluarnya investor asing seringkali memicu persoalan likuiditas pada pasar repo.
"Jangan sampai pemilik dana pensiun dirugikan. OJK harus melakukan kajian mendalam atas risiko ini agar tidak terjadi komplikasi pada pasar saham dan obligasi nasional," pungkasnya. (Faj/P-3)
Ia mengingatkan agar penyidik tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang terlibat, baik dari kalangan sipil maupun institusi tertentu.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
Rikwanto memberikan analogi mengenai fungsi CCTV di lingkungan masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, rekaman kejadian adalah bukti yang tidak terbantahkan.
SITUASI geopolitik dunia yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah harus menjadi alarm serius bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi nasional.
Kesejahteraan guru madrasah merupakan tanggung jawab penuh pemerintah pusat melalui anggaran negara, hak guru untuk menerima TPG harus tepat waktu.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
SEJARAH baru tercipta di industri jasa keuangan Indonesia.
Selanjutnya Komisi XI DPR RI akan menyerahkan nama-nama yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3).
KOMISI XI DPR RI resmi menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar ketentuan free float di Indonesia selaras dengan standar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved