Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan kebijakan strategis untuk menjawab sorotan MSCI terkait transparansi free float di pasar modal Indonesia. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah rencana kenaikan batas minimal free float dari 7% menjadi 15%, yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Kebijakan ini berpotensi membawa perubahan besar, baik dari sisi tata kelola emiten maupun dinamika perdagangan saham di BEI.
Dalam rangka meningkatkan transparansi dan kualitas pasar, OJK akan menerapkan tiga langkah utama berikut:
OJK akan mengecualikan kepemilikan korporasi dan kategori “others” dari perhitungan free float. Selain itu, data kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% akan dipisahkan berdasarkan kategori investor.
Untuk meningkatkan transparansi, data pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) atas kepemilikan saham di bawah 5% akan dibuka ke publik.
Batas minimal free float resmi dinaikkan dari 7% menjadi 15%. Emiten yang gagal memenuhi ketentuan ini berpotensi dikenakan sanksi hingga delisting apabila tidak melakukan penyesuaian dalam periode yang ditentukan.
Menurut analis pasar modal dari Emtrade Academy, kebijakan ini menjadi perhatian utama karena masih banyak saham di BEI yang free float-nya berada di bawah 15%. Berdasarkan data KSEI per Desember 2025, terdapat ratusan emiten yang belum memenuhi standar baru tersebut.
Free float yang rendah sering dikaitkan dengan:
Dengan menaikkan standar free float, BEI berharap kualitas pasar saham Indonesia semakin sejalan dengan standar global.
Berikut beberapa saham yang tercatat memiliki free float relatif rendah (data diolah dari KSEI per Desember 2025):
Daftar ini menunjukkan bahwa banyak emiten besar sekalipun masih memiliki pekerjaan rumah untuk memenuhi ketentuan free float 15%.
Pertanyaan besar di kalangan investor adalah, apakah ratusan saham dengan free float rendah akan langsung delisting?
OJK dan BEI memberikan ruang bagi emiten untuk melakukan penyesuaian melalui berbagai aksi korporasi yang sah.
Beberapa langkah yang dapat ditempuh perusahaan untuk menambah porsi free float antara lain:
Langkah-langkah ini dinilai lebih realistis dibandingkan risiko delisting, terutama bagi emiten dengan fundamental bisnis yang masih solid.
Bagi investor, kebijakan free float 15% dapat membawa dua sisi dampak:
Kebijakan kenaikan free float minimum menjadi 15% merupakan langkah besar dalam reformasi pasar modal Indonesia. Meski menimbulkan tantangan bagi banyak emiten, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, likuiditas, dan kredibilitas BEI di mata investor global.
Bagi investor, memahami daftar saham terdampak dan strategi emiten dalam memenuhi aturan baru menjadi kunci untuk mengambil keputusan investasi yang lebih bijak ke depan. (Emtrade Academy/Z-10)
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Peningkatan batas minimal free float saham menjadi 15% serta rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal nasional.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 10 Februari 2026, berikut adalah rincian perubahan saham Indonesia di berbagai kategori indeks.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
INDF kena downgrade MSCI ke small cap. Pengamat Hendra Wardana menilai faktor teknis pemicu jual dana pasif, fundamental tetap kuat; buy on weakness 6.450-6.500.
Pandu menilai Hong Kong berhasil membangun pasar modal yang dalam, likuid, dan kredibel, bahkan mencatat rekor global jumlah IPO pada tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved