Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tren Investasi Aset Digital 2026: Dominasi Gen Z dan Penguatan Literasi Nasional

Khoerun Nadif Rahmat
29/1/2026 22:20
Tren Investasi Aset Digital 2026: Dominasi Gen Z dan Penguatan Literasi Nasional
Forum tahunan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 di Jakarta pada Kamis (29/1/2026).(Dok istimewa )

INDUSTRI aset kripto di Tanah Air menunjukkan kematangan yang signifikan sepanjang 2025. Tidak sekadar mencatatkan lonjakan transaksi, sektor ini mulai bertransformasi menuju ekosistem yang lebih sehat dengan tata kelola yang kuat serta jangkauan literasi yang semakin inklusif hingga ke pelosok negeri. Pertumbuhan solid ini tercermin dari performa salah satu pemain utama industri kripto nasional yang membukukan nilai transaksi melampaui Rp160 triliun pada akhir 2025. Capaian tersebut diikuti dengan penguasaan pangsa pasar yang dominan, yakni lebih dari 40 persen, serta pertumbuhan pengguna aktif tahunan yang menyentuh angka 75 persen atau mencapai 4,8 juta pengguna.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari strategi yang berfokus pada kepercayaan dan inovasi produk yang selaras dengan regulasi. 

Menurutnya, perusahaan tidak hanya mengejar akuisisi pengguna, tetapi juga memastikan kesehatan finansial dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar global.

"Kami terus membangun pondasi perusahaan yang inovatif sekaligus patuh terhadap aturan. Saat ini, fokus kami adalah menjadi platform dengan standar keamanan ketat untuk melindungi nasabah," ujar Calvin dalam forum tahunan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 di Jakarta pada Kamis (29/1).

Salah satu poin menarik yang terungkap dalam laporan 2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report adalah profil investor yang kini didominasi oleh Generasi Z. Kelompok usia 18–34 tahun tercatat menjadi tulang punggung investasi aset digital di Indonesia. Bagi generasi ini, kripto bukan lagi instrumen asing, melainkan bagian dari percakapan finansial harian mereka melalui komunitas digital.

Besarnya minat publik juga terlihat dari volume percakapan terkait Web3 dan blockchain di media sosial yang naik hampir 30 persen. Fenomena ini direspons industri dengan masifnya inisiatif literasi.

Tercatat, lebih dari 168 program edukasi telah menjangkau 125 ribu peserta di 50 kota, termasuk menjadi pionir kegiatan edukasi offline pertama di wilayah Papua. Penyelenggaraan ICO 2026 yang didukung oleh Xendit menjadi ruang dialog krusial yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan investor. Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Dr. Arief Wibisono, serta jajaran petinggi Bursa CFX dan Asosiasi Blockchain Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Co-Founder Saratoga sekaligus Indonesia Strategic Investor, Sandiaga Uno. Ia mengapresiasi langkah pelaku industri yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial melalui donasi kepada Yayasan Indonesia Setara.

"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan seperti ini sangat penting. Selain untuk membaca arah industri, forum ini memperkuat literasi publik demi mendorong ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia," tutur Sandiaga.

Ke depan, industri ini diprediksi akan semakin berkembang dengan hadirnya fitur-fitur baru seperti layanan staking, analisis pasar berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan instrumen derivatif yang tetap mengedepankan aspek kepatuhan hukum. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya