Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Suami Gen Z Lebih Melek Finansial? Ini Fakta Baru Perencanaan Keuangan Keluarga Pasangan Muda

Putri Rosmalia Octaviyani
07/3/2026 23:05
Suami Gen Z Lebih Melek Finansial? Ini Fakta Baru Perencanaan Keuangan Keluarga Pasangan Muda
Ilustrasi pasangan Gen Z.(Dok. Freepik)

PERGESERAN peran dalam rumah tangga Generasi Z (Gen Z) mulai terlihat, terutama dalam aspek krusial: pengelolaan uang. Jika dahulu urusan domestik dan anggaran sering kali identik dengan peran istri, kini suami Gen Z justru dinilai lebih proaktif dan ahli dalam merencanakan masa depan finansial keluarga.

Fenomena ini diungkapkan oleh edukator keuangan Aliyah Nastasya. Berdasarkan pengalamannya menangani klien dari kalangan pasangan muda, inisiatif untuk berkonsultasi mengenai perencanaan keuangan sering kali datang dari pihak suami.

"Dari para klienku yang Gen Z, itu yang merencanakan keuangan justru suami-suaminya. Jadi mereka datang sebagai pasangan, mau melakukan perencanaan, saat aku tanya siapa inisiatornya, oh suaminya," ujar Aliyah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

Mengapa suami Gen Z begitu peduli dengan angka dan investasi? Aliyah menjelaskan bahwa motivasi terbesar mereka adalah keinginan untuk memutus rantai kesalahan finansial yang mungkin dilakukan generasi sebelumnya.

Hal tersebut disebabkan karena adanya pengalaman memiliki beban finansial atau belajar dari kesalahan orang tua dalam mengatur pengelolaan keuangan di zaman dulu. Para suami Gen Z mengaku ingin melakukan hal yang benar demi stabilitas masa depan keluarganya.

Kolaborasi Strategis: Suami Perencana, Istri Pemburu Promo

Meski suami menjadi inisiator rencana besar, peran istri tetap krusial dalam eksekusi harian. Aliyah mencatat adanya pembagian tugas yang unik dalam rumah tangga modern saat ini.

Sementara suami fokus pada struktur perencanaan, para istri sangat ahli dalam menyiasati pengeluaran harian. Mereka mengetahui cara mencari harga atau promo terbaik melalui tanggal-tanggal cantik di berbagai platform belanja, seperti promo 2.2 atau 3.3.

Pergeseran pola pikir ini juga didukung oleh ekosistem finansial yang semakin canggih, mulai dari peralatan finansial digital yang beragam hingga produk keuangan yang menawarkan fleksibilitas pembayaran tinggi.

Perubahan Paradigma Mudik dan THR

Kesadaran literasi keuangan ini juga terlihat jelas dalam cara mereka menghadapi momen mudik Lebaran. Berbeda dengan pola pikir lima sampai sepuluh tahun lalu yang cenderung impulsif, masyarakat saat ini lebih terukur dalam mengalokasikan dana.

Aliyah menilai, dahulu masyarakat lebih menitikberatkan pada pulang ke kampung halaman terlebih dahulu tanpa memikirkan prioritas. Pembelian tiket sering dilakukan mepet dengan waktu Lebaran meski harganya melonjak tajam. Akibatnya, seluruh THR habis dibelanjakan, dan banyak pihak terpaksa mencari pinjaman setelah Lebaran untuk bertahan hidup.

Kini, kondisinya berbalik. Masyarakat lebih gemar menghitung dana yang dimiliki terlebih dahulu sebelum mencari tiket atau akomodasi. Mereka melakukan reservasi jauh-jauh hari dan merencanakan alokasi THR secara matang agar tetap memiliki cadangan tabungan setelah hari raya usai.

Aspek Pola Lama (5-10 Tahun Lalu) Pola Baru (Gen Z/Modern)
Inisiator Keuangan Dominan Istri Suami Proaktif (Inisiator)
Persiapan Mudik Impulsif & Mepet Reservasi Jauh Hari
Penggunaan THR Habis untuk Konsumsi Dialokasikan untuk Tabungan

(Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya